Sebarkan berita ini:

Mie kopyok Pak DhuwurSEMARANG [SemarangPedia] – Siapa yang tidak kenal makanan Mie Khas Semarang yang satu ini. Mi Kopyok atau orang sering menyebutnya Mi Lontong, merupakan makanan sederhana dengan olahan utamanya adalah lontong dan mie kuning.

Olahan dari Mie Kopyok cukup mudah. Mie kuning bersama tauge dicelupkan ke air mendidih , ditiriskan. Kemudian rebusan air bumbu campuran, mrica, kaldu ayam dan bawang disiapkan untuk disiram ke mie dan touge tadi bersama dengan potongan tahu.

Terakhir dihidangkan besama irisan seledri, bawang goreng, kecap dan yang tak ketinggilan, kremesan krupuk yang menamabah rasa nikmat. Saking olahannya yang sederhana, hampir bisa kita temui di jalanan kota Semarang banyak yang menyajikan Mie Kopyok. Dari sekian banyaknya Mi Kopyok yang ada, ada satu yang menarik pe rhatian dan menjadi favorit warga Semarang maupun pendatang. Siapa lagi kalo bukan Mi Kopyok Pak Dhuwur.

Mi Kopyok Pak Dhuwur memang unik dari segi nama. Disebut Mie Kopyok sendiri Menurut penuturan Mas Sutar, Putra dari Pak Dhuwur, cara membuat mienya yang dicelup – celup sehingga menimbulkan suara seperti di Kopyok (dikocok) itulah membuat menu ini disebut Mi Kopyok.

“Dari Segi pemberian nama Mi Kopyok “Pak Dhuwur” asal mulanya tidak disenggaja. Karena Bapaknya yang memiliki perawakan tinggi maka orang-orang Semarang
menyebutnya Dhuwur (tinggi), dari situlah nama tersebut dipakai”, ungkap Sutar.

Mulanya Mie Kopyok Pak Dhuwur yang berdiri sejal 1966 berjualan dengan berkeliling di jalan protokol Imam Bonjol Semarang.

Lambat laun kini Mie kopyok Pak Dhuwur kini berada di Jalan Tanjung (seberang kantor PLN Pemuda) Jalan Tanjung terkenal dengan rasanya gurih dan manis di lidah warga Kota Semarang. Terlebih dengan tambahan tahu goreng yang dipotong-potong, tauge, kerupuk karak, lontong serta kuah bawang putih.

Warung yang buka setiap harinya pukul 8 pagi sampai 4 sore memang ramai dikunjungi pada saat jam makan siang.

Nah,,,, Bagi pecinta kuliner semarang ngak ada salah untuk mencoba Mie Kopyok Pak Dhuwur, harga per posrinya di bandrol Rp 8.000 sekali mencoba pastinya akan ketaghan untuk mencicipnya lagi. (Ari)

417
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>