Sebarkan berita ini:

7-pendakiSEMARANG[SemarangPedia] – Minat wisata mancanegara  (wisman) melakukan pendakian di gunung Slamet di wilayah Kabupaten Purbalingga terus meningkat, seiring dengan pergeseran wisata masal ke wisata alternatif.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga Prayitno mengatakan sejak Agustus hingga Oktober 2016, tercatat wisatawan mancanegara dari 21 negara melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet  setinggi 3.428 meter dari permukaan laut itu.

Menurutnya, wisman tersebut di antaranya berasal dari Inggris, Rusia, Columbia, Malaysia, Inggris, Singapura, Vietnam, Amerika Serikat, Canada dan sejumlah negara lainnya.

“Kedatangan mereka sebagian besar setelah berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Indonesia. Bahkan mereka setelah berkunjung ke Bali, Lombok dan Candi Borobudur, dan kemudian melakukan pendakian,” ujarnya seperti yang dilansir jatengprov.go.id.

Prayitno mengatakan kedatangan rombongan pendaki rata-rata tiga hingga lima orang dalam satu kelompok. Namun, ada juga rombongan berjumlah 12 orang, mereka berasal dari Inggris.

“Kedatangan mereka selalu berkelompok, dan mereka kebanyakan memanfaatkan jasa warga Bambangan untuk memandu selama pendakian. Selain memberikan pendapatan melalui retribusi yang dibayarkan, tentunya para pendaki wisman tersebut juga membawa berkah bagi warga setempat,” tuturnya.

Salah seorang pendaki dari Inggris,Walter Schindler mengatakan bersama teman-teman sangat tertarik dengan keindahan alam dan pariwisata di Indonesia dan sengaja mereka menjelajah di beberapa pegunungan di Indonesia termasuk ke Gunung Slamet.

“Kami sudah merencanakan lama ingin mendaki ke puncak Gunung Slamet, dan baru kali ini bisa mewujudkannya. Sungguh indah alam di Indonesia,” ujarnya.

Selain pendaki dari wisman, lanjut Prayitno,  animo pendaki dari wisatawan nusantara (wisnus) juga meningkat tajam. Dari Januari hingga 31 Oktober 2016, jumlah pendaki mencapai 17.000 orang naik dibanding periode yang sama tahun lalu tahun hanya 6.971 orang.

“Kenaikan jumlah pendaki ke Gunung Slamet ini seiring dengan animo wisata khusus bagi kalangan anak muda yang menjadi trend. Selain juga, kondisi status Gunung Slamet yang normal dan cuaca yang sangat bersahabat,” ujarnya. (RS)

103
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>