Sebarkan berita ini:

22-jatengparkSEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng akhirnya menyepakati akan menyetor modal sebesar Rp4,9 miliar melalui PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) untuk pengelolaan  pada pembangunan proyek rekreasi Jateng Park.

Sementara PT Perhutani melalui PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) akan menyetor senilai Rp51 miliar dengan menguasai saham Jateng Park sebesar 5,1% dan Pemprov jateng 4,9%.

Modal awal SPJT akan meneyetorkan sebesar 25% dari modal keseluruhan Rp 40 miliar, sedangkan Palawi akan menyetor 5,1% atau sebesar Rp 5,1 miliar pada perusahaan baru yang segera akan dibentuk.

“Modal itu bukan untuk pembangunan fisik Jateng Park. Namun, untuk kegiatan awal seperti pembuatan dokumen amdal,” ujar Kepala Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Jawa Tengah Peni Rahayu, Rabu (22/6).

Proses pembangunan Jateng Park, lanjutnya, masih pada tahap penyelesaian rencana usaha. Perum Perhutani Divre Jateng telah menunjuk Universitas Diponegoro untuk pembuatan rencana bisnis yang lebih detil dari masterplan yang sudah disusun tahap awal.

Rencana bisnis yang semula ditargetkana selesai Juni,  ternyata molor sebulan. Rencana bisnis ini akan mendetailkan master plan yang telah dibuat pada 2015 lalu.

Kawasan wisata Jateng Park di Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang sudah dipastikan segera dibangun, setelah sebelumnya tertunda-tunda akibat ejumlah investor yang berminat gagal merealisasikan,

Sebelumnya sejumlah investor berminat mendirikan Jateng Park di kawasan tersebut, namun mereka terbentur dengan perizinan dari Kementenrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), karena lahan di kawasan itu sebagian besar miliknya Perum Perhutani.

Kondisi itu, mengakibatkan rencana Pemprov Jateng mewujudkan kawasan wisata tersebut tertunda hingga beberapa tahun terakhir, meski proyek wisata sudah ditawarkan kepada investor sejak 2010.

Namun, kini obyek wisata itu bakal terwujud dibangun setelah ada kesepakatan kerja sama antara Pemprov Jateng dengan Perum Perhutani Divre Jateng. Bahkan kedua beloah pihak sepakat akan membentuk perusahaan perusahaan baru.

Nama dan kewenangan perusahaan kini dalam pembahasan dan kesepakatan yang dihasilkan Pemprov sudah menunjuk SPJT  sebagai BUMD. Bahkan areal hutan yang ditempati tidak termasuk investasi karena statusnya tetap sama sebagai hutan produksi dan lahan milik pemerintah.

Investasi pembangunan Jateng Park mengalami perubahan dari semula direncanakan sebesar Rp2 triliun akan membengkak menjadi Rp3 triliun, karena terjadi ada pembangunan jalan simpang susun dan jalan masuk berikut lampu penerangan.

Pembangunan simpang susun dijadwalkan mulai awal 2017 dan pembangunan fisik Jateng Park direalisaikan Juli-Desember 2016, saat ini tengah disusun analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), DED, serta analisis dampak lalu lintas (andal lalin).

172
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>