Sebarkan berita ini:
Ketua FKUB Jateng Drs KH Taslim Sahlan MSi

SEMARANG[SemarangPedia] – Peringatan tahun baru Imlek yang dalam beberapa hari akan dirayakan oleh kalangan etnis keturunan Tiong Hwa diharapkan jangan sampai memicu kesenjangan di masyatakat menjadi semakin lebar.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Tengah ( FKUB Jateng) Drs KH Taslim Sahlan MSi  mengatakan perayaan hari besar ini justru diharapkan dapat mempersempit kesenjangan di masyarakat.

“Kepada pihak yang merayakan tahun baru Imlek ini, kami berharap tidak berlebihan sehingga memunculkan polarisasi identitas yang dapat menggangu persatuan,” ujar kyai Taslim di Semarang, Selasa (21/1).

Menurutnya, dalam merayakan tahun baru Imlek hendaknya memperhatikan sisi-sisi humanisme, sosial dan nasionalisme sehingga semakin memperkuat eksistensi, persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepada yang tidak merayakan Imlek, lanjutnya, diharapkan tetap menghormati dan memahami aktifitas yang merayakannya. Perbedaan yang ada  harus dipahami sebagai sebuah keniscayaan yang tidak perlu dipertentangkan.

Dia menambahkan pegiat kerukunan beragama di Jateng saat ini sudah bergerak mensosialisasikan pentingnya sikap toleransi ditengah-tengah masyarakat yang plural atau majemuk.

FKUB Jateng, tutur Taslim, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama berupaya menciptakan suasana kondusif sehingga kerukunan dan keharmonisan di Jateng tetap terjaga.

“Marilah momentum Imlek tahun ini dirayakan dengan sebaik-baiknya, melalui berbagai aktifitas yang ada diharapkan semakin memperkokoh keberadaan dan kelangsungan NKRI,” tuturnya. (SMH/RS)

10
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>