Sebarkan berita ini:

24-motor1SEMARANG[SemarangPedia]  – Sejumlah sepeda motor yang telah dimodiifikasi menarik berjajar rapi dan ditampilkan pada stand motor kontes Suryanation Motorland di Citra Grand Semarang, Sabtu (24/9).

Kegiatan kontes motor yang dikemas dengan nama Suryanation Motorland 2016 itu, Kustom Bike Contest salah satu yang ditampilkan menjadi daya tarik utama dalam kontes. Beragam jenis dan bentuk motor telah dimodifikasi sedemikian rupa dan peserta berlomba untuk memperoleh penilaian terbaik dari juri yang dihadirkan.

Denny Yohanes Ketua Panitia Suryanation Motorland 2016 mengatakan Kota Semarang menjadi kota ketiga untuk kegiatan kontes motor itu, dai sebelumnya Suryanation sukses menggelar di Kota Medan dan Palembang dengan animo masyarakat begitu tinggi.

“Khusus Kustom Bike Contest ini diikuti oleh kustom di seluruh Jawa Tengah dengan mempertandingkan setiap kelas dan dipilih pemenang “The Best Of”, di Semarang dari juara I hingga juara III, kemudian mereka akan dibawa ke acara Big Bang  di Kota Malang,”,  ujarnya kepada Semarangpedia.com.

Kelas yang dipertandingkan, lanjutnya, dari kelas di bawah 250cc,  kelas Choppy Cub / Street Cub, Cafe Racer, Chopper / Bobber, dan All Tracker. Untuk Kelas di atas 250cc, Chopper/Bobber Free for All, dan Kategori khusus untuk jenis modifikasi mulai Matic Kustom, Sport FFA, Exhibition Class, serta Classic Scooter.

24-motor2“Regional terbaik akan di pertandingkan lagi menjadi The Greatest Bike atau King of Show Suryanation Motorland 2016. Pemenangnya berkesempatan menghadiri acara kustom kelas dunia, Yokohama Hot Road Kustom Show ke-25 di Jepang,” tuturnya.

Sementara itu,  salah satu juri penilai dari Jakarta, Tommy Dwi Djatmiko menuturkan sangat mengapresiasi karya anak – anak dari di Jawa Tengah, khususnya Semarang. Pria berkacamata dengan tampilan ala biker yang disapa Tommy ini melihat kostum Semarang lebih pada pengembangan dimana modifikasnya motor sudah melampui aslinya.

“Saya lihat kustom Semarang dan Jawa Tengah sangat kreatif memodif motor mereka, hingga di luar bentuk aslinya. Penilaian saya simpel yakni konsep mereka harus mukul atau kuat, teknik pemodifikasianya dan soul,” ujarnya

Selain soul itu, dia menambahkan sebuah karya yang diciptakan dari rasa dimana memiliki jiwa tersendiri dari yang membuatnya. Sebaliknya orang yang melihat kagum dengam karyanya. (RS)

453
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>