Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Majlis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah (MUI Jateng) mengeluaran taushiyah kepada umat Islam, agar dalam melakukan sholat taraweh selama bulan ramadlan 1441 H dilakukan di rumah.

Ketua Umum MUI Jateng KH Dr Ahmad Darodji MSi mengatakan taushiyah itu merupakan salah satu keputusan sidang  komisi Fatwa MUI  Jateng  yang berlangsung di Sekretariat MUI Jateng, Komplek  Masjid Baiturrahman Jateng, Jl Pandanaran Semarang, Selasa (21/4)

“Ada beberapa keputusan dalam sidang komisi fatwa ini, di antaranya seruan bagi umat Islam agar dalam menjalankan sholat tarawih selama masa pandemi Covid-19 dilakukan di rumah saja, bersama anggota keluarga inti masing-masing,” ujar Darodji.

Menurutnya, keputusan sidang komisi fatwa itu tertuang dalam keputusan MUI Jateng Nomor: 03 / DP-P.VIII/T/IV/2020, tentang Tausiyah MUI Jateng sebagai panduan ibadah bulan Ramadhan 1441 H dalam Situasi Dadurat Covid -19.

Selain itu, seruan MUI Jateng juga menguatkan Tausiyah MUI Nomor : Kep.1065/DP-MUI/IV/2020 tentang Menyambut Ramadhan 1441 H yang mendorong agar umat Islam di Jawa Tengah menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dengan memperbanyak shalat sunnah, berdzikir, istiqfar dan tadarus alquran, serta memperbanyak doa agar Covid-19 segera berakhir di Indonesia dan muka bumi ini.

“MUI Jateng mengajak umat Islam di Jateng agar berperan aktif  mematuhi protokol kesehatan sebagai ihtiar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing,” tuturnya .

Karena itu, lanjutnya, pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan seperti shalat Jumat, shalat jamah rawatib (lima waktu), shalat tarawih, serta kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan yang lain hendaknya dilakukan di rumah masing-masing, tidak dilaksanakan di masjid, di mushola atau tempat umum yang lain.

Dia menanbahkan hendaknya tiga masjid besar di Kota Semarang meliputi Masjid Agung  Kauman Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Jateng, serta masjid-masjid agung kabupaten/kota se- Jawa Tengah hendaknya dapat menjadi contoh pelaksanaan dan pengaturan ibadah dalam situasi darurat Covid-19, yang sesuai dengan petunjuk pemerintah dan fatwa serta tausiyah MUI.

Dalama rangka meringankan beban ekonomi umat, tutur Darodji, maka Baznas, LAZ, UPZ dan lembag lainnya hendaknya meningkatkan perannya dalam menghimpun dan mentasharufkan harta zakat baik mal dan fitrah.

MUI Jateng juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama, khususnya antar tetangga di suatu kawasan.

“Tausiyah ini ditujukan kepada seluruh umat Islam di Jawa Tengah, para Pengelola Masjid/ mushola. Karena itu, MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten/kota se-Jateng diharapkan mensosialisasikan tausiyah ini,” ujarnya

Rapat dipimpin oleh Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Achmad Darodji MSi. Hadir dalam rapat Sekretaris  MUI Jateng Drs KH Muhyiddin, MAg, Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng KH Achmad Hadlor Hasan, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa’ LC MA.

Hadir juga tim perumus Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, KH Zainal Arifin Ma’sum, Ir KH Khammad Ma’sum AH, Dr KH Multazam Ahmad MPd, Drs H Imam Maskur MSI dan Dr KH Arif Junaidi Mag. Mereka semua yang hadir dalam rapat membubuhkan tanda tangan di SK Tausiyah MUI Jateng ini. (SMH/RS)

39
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>