Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Majlis Ulama Indonesia (MUI ) Jawa Tengah mengingatkan kepada para pengurus takmir masjid dan mushola agar berkoordinasi dengan Gugus Covid – 19 setempat, ketika akan menyelenggarakan kembali kegiatan peribadatan di tempat ibadah yang sempat ditutup di tengah Pendemi Covid-19.

Peringatan MUI itu tertuang dalam rekomendasi halaqah ulama yang mengusung tema Tatanan Beribadah Di Era Normal Baru (New Normal) yang digelar di gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Rabu (3/6).

Kegiatan ini diikuti pengurus MUI Jateng, pimpinan pesantren dan MUI Kabupaten/Kota melalui video confetence.

“Halaqah ini menghasilkan lima rekomendasi, di antaranya saran kepada takmir masjid dan musholla di Jateng agar berkoordinasi dengan Tim Gugus Covid 19 di lingkungannya ketika akan membuka kembali masjid dan mushollanya,” ujar Ketua Umum MUI Jateng KH Darodji, di Semarang, Rabu (3/6).

Menurutnya, langkah koordinasi itu, untuk mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan pembukaan tempat ibadah, sekaligus mengedukasi kepada para jamaah agar dalam menjalankan ibadah tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hingga kini, lanjutnya, ditengah pandemi Covid-19 potret wilayah Jateng sangat variatif, ada yang masuk dalam Zona hijau (terkendali), zona kuning (kurang terkrndaki) dan zona merah (tidak terkendali).  Melihat  kondisi ini diharapkan umat Islam berperan aktif  dalam upaya mendorong agar zona merah dan kuning bergerak ke zona hijau dan mempertahankan zona hijau agar tidak berubah menjadi zona kuning atau merah.

Dia menambahkan kepada pemerintah diharapkan agar berhati-hati  dalam mengambil kebijakan untuk menerapkan New Nornal paska pandemi Covid -19. Pengambilan kebijakan harus didahului dengan kajian yang mendalam dan akurat.

Saat membuka halaqah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan hasil halaqah ulama ini akan dijadikan acuan Pemprov Jateng  dalam mengambil kebijakan penerapan  normal baru dari segi peribadatan.

“Nantinya, hasil halaqoh akan dijadikan pedoman bagi pemerintah mengeluarkan kebijakan baru. Saya minta para ulama merumuskan ini, agar nantinya dapat menjadi formula yang baik sehingga Jateng benar-benar siap,” tuturnya.

Bahkan Ganjar  tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan terkait new normal. Kebijakan ini harus dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Masyarakat akan didorong untuk menggelar latihan penerapan normal baru. Apabila ada daerah yang sudah hijau, maka boleh melakukan uji coba menggelar ibadah di tempat ibadah dengan standar protokol yang ketat.

“Yang hijau saya izinkan untuk uji coba misalnya menggelar sholat berjamaah, tapi yang merah atau yang kuning jangan dulu. Meski Menteri Agama sudah memperbolehkan, tapi tidak terus tumplek blek, kalau Kota Semarang yang sekarang masih naik terus kurvanya, ya jangan dulu. Bahaya nanti,” ujarnya (SMH/RS)

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>