Sebarkan berita ini:

16-Sapi1SEMARANG[SemarangPedia] – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyerukan masyarakat agar mewaspadai peredaran daging sapi glonggongan selama Ramadan, menyusul sejumlah oknum pedagang mulai memanfaatkan meningkatnya permintaan pasar.

Wakil Ketua Umum MUI Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rofiq mengatakan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap daging sapi selama Ramadan mulai dimanfaatkan oknum pedagang nakal untuk meraih kentungan sepihak dengan menjual daging sapi glonggongan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar cermat dan teliti membeli daging sapi. Jangan membeli daging sapi glonggongan, karena itu masuk kategori haram untuk dikonsumsi,” ujarnya dalam rilisnya, Rabu (15/6).

Daging sapi glonggongan, lanjutnya, diharamkan karena sebelum disembelih sapi terlebih dahulu diberi minum air secara berlebihan, bahkan tidak jarang hewan bersangkutan pingsan, kemudian baru dipotong.

“Hal itu merupakan unsur penyiksaan terhadap hewan sapi, untuk mendapatkan hasil timbangan daging lebih berat hingga harga jual meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, daging glonggongan umumnya dijual mulai pukul 01.00 WIB dengan tempat berjualan berpindah-pindah. Saat ini daging sapi glonggongan disinyalir mulai dijual di pasar-pasar bebas.

Masyarakat, dia menambahkan dapat membedakan daging sapi normal dengan daging sapi glonggongan, dengan cara melihat permukaan dagingnya yang basah hingga ke serat-seratnya.

Daging sapi normal tampak lembab tapi tidak basah, sedangkan daging sapi glonggongan basah, sehingga biasanya pedagang tidak berani menggantung dagangannya karena airnya akan terus menetes sampai daging menyusut normal.

Selain itu, daging sapi glonggongan berwarna merah pucat, sedangkan daging sapi normal merah tua. “Harga daging sapi glonggongan lebih murah dibanding harga daging sapi sehat yang normal,” ujarnya.

Rofiq menuturkan selain daging sapi glonggongan, masyarakat juga diminta hati-hati membeli ayam potong yang kemungkinan, bisa jadi ayam bangkai atau disembeli tidak sesuai syariat Islam.

“Ayam bangkai atau tidak disembelih sesuai syariat Islam adalah haram untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mencegah peredaran daging sapi glonggongan dan ayam bangkai, MUI akan mendesak kepada aparat dan dinas terkait segera melakukan operasi penertiban.

 

149
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>