Sebarkan berita ini:

29-BudiSEMARANG[SemarangPedia] –  Sedikitnya 50  orang meninggal setiap hari akibat penggunaan narkoba,   sehingga negeri ini berkomitmen menyatakan perang dengan narkotika dan obat terlarang yang sangat berbahaya, dibanding serangan teroris.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan narkoba jauh lebih berbahaya dibandingkan teroris, bahkan di Indonesia tercatat mencapai 50 orang meninggal akibat dampak penggunaan narkoba setiap hari.

“Teroris memang bahaya. Tetapi belum tentu terjadi sebulan sekali. Itu se-dunia sudah ribut. Nah narkoba, setiap hari 40 sampai 50 orang di Indonesia mati karena itu. Tapi kita tetap tidur nyenyak. Bandar narkoba itu pembunuh massal. Freddy Budiman salah satunya,” ujarnya pada acara Pembekalan dan Pengukuhan Kader Pemuda Antinarkoba di Gradhika Bhakti Praja, Kamis malam. (25/6)

Menurutnya, dampak penggunaan narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh terutama menyerang syaraf otak. Meski otak adalah pusat kendali tubuh, sehingga mengancam masa depan generasi muda.

“Perang tidak perlu menggunakan senjata canggih. Namun, menggunakan narkoba sangat mematikan dan itu sudah terjadi di Indonesia. Penghancuran bangsa itu dimulai dari penghancuran generasi,” tutur  pria yang akrab dipanggil Buwas itu.

Buwas mengingatkan Indonesia adalah pangsa pasar narkoba terbesar di ASEAN. Bahkan, saat ini pasarnya sudah merambah ke anak-anak. Dalam aksinya, para pengedar mencampur narkoba dalam makanan atau minuman.

“Sehari 40-50 orang mati akibat narkoba. Sebulan bisa ribuan manusia produktif  Indonesia termasuk anak-anak merupakan serangan luar biasa,” ujarnya. (RS)

 

98
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>