Sebarkan berita ini:

22-nasi-grombyang2PEMALANG[SemarangPedia] – Bagi penggemar kuliner, sepertinya nasi Grombyang belum begitu familiar, namun makanan khas satu ini memang hanya bisa ditemui di Kota Pemalang, Jawa Tengah.

Nasi Grombyang merupakan makanan sejenis soto, uniknya soto ini menggunakan daging kerbau sebagai bahan bakunya. Disebut Grombyang karena disajikan dalam mangkuk kecil dengan kuahnya yang melimpah bila jatuh akan berbunyi Grombyang.

Pemalang memang tidak ketinggalan menciptakan makanan khas daerah, meski berbagai kota di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah ini banyak ditemui beberapa makanan khas, namun nasi Grombyang mampu dipopulerkan dalam relatif cepat oleh H Warso dan Waridin sekaligus pemilik kedai nasi Grombyang itu.

Tidak dipungkiri memang banyak orang terutama yang bukan berasal dari Pemalang, nama makanan ini terdengar asing. Maklum, tidak seperti kudapan khas kota lain, sangat sulit menjumpai penjual nasi Grombyang di luar Pemalang.

Kedai Nasi Grombyang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata, Pelutan, Kota Pemalang. Dalam penyajiannya, kuah dengan campuran kelapa sangrai mengisi mangkuk sampai penuh. Kuah yang berlimpah ini memberi kesan hampir tumpah jika mangkuk bergoyang awas grombyang dalam bahasa Jawa tumpah.

22-nasi-grombyang-3Dari situlah makanan ini diberi nama nasi Grombyang, memang sepintas  nasi grombyang mirip soto atau rawon, karena kuahnya yang berkelir hitam pekat.

Setiap hari kedai nasi Grombyang itu tdak pernah sepi pengunjung, bahkan yang datang belakangan harus rela antri tempat, begitu juga areal parkir tidak pernah lenggang dipenuhi sederet mobil dan motor milik para penggunjung.

Kedai Nasi Grombyang itu mudah ditemui lokasinya hanya sekitar 50 meter arah utara dari Alun-Alun Pemalang, sebelum rel kereta. Dari jalur Pantai Utara (Pantura) Pemalang, hanya butuh waktu sekitar 10 menit berkendara.

Selama ini kedai ini kerap menjadi tujuan utama wisata kuliner bagi mereka yang kebetulan melintasi Pemalang, selain warga Pemalang sendiri banyak yang menjadi pelanggannya.

“Pada umumnya konsumen  yang datang berasal dari luar kota, baik beberapa orang maupun mereka yang rombongan,” ujar Waridin, pemilik kedai itu.

Kedai yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB itu, mampu menampung 50 pengunjung sekaligus. Namun selama setahun, Kedai Grombyang milik H. Warso maupun Waridin hanya tutup selama lima hari pada tiga hari pertama di bulan Ramadan dan dua hari di Hari Raya Idul Adha.

Sedangkan pada Hari Raya Idul Fitri, kedai ini tetap buka, karena libur Lebaran pengunjung warung ini mencapai puncaknya. Jumlah pengunjungnya bisa empat kali lipat dari hari biasa. “Setiap hari Nasi Grombyang ini menghabiskan daging 150 kilogram,” tutur Waridin.

Pelayanan kedai ini pun prima, konsumen tidak perlu menunggu lama, begitu pesan, sejurus kemudian, semangkuk Nasi Grombyang dengan taburan bawang merah goreng dan irisan daun bawang langsung tersaji di atas meja.

Kunci kelezatan nasi grombyang buatan Waridin memang terletak pada kaldu yang berasal dari air rebusan daging, dengan aneka bumbu rempah.

22-nasi-grombyangHarga sangat terjangkau semangkuk Nasi Grombyang bikinan Waridin hanya dibanderol Rp10.000. sedangkan penyedap lainnya menyantap Nasi Grombyang, disediakan sate, mulai sate daging, sate babat, sate jantung, sate tulang muda, hingga sate usus sapi. Harganya Rp2.500 per tusuk.

Menurut Dina Srijeki warga Pekalongan, setiap melintas di Kota Pemalang tidak pernah lupa singgah di kedeai Nasi Grombyang, baik saat bepergian bersama keluarga maupun rombongan dengan rekan-rekannya.

“Saya paling menyukai nasi Grombyang Pemalang ini, banyak teman maupun saudara saya ajak mencoba makan di kedai ini, mereka semua mengatakan sangat lezat dan tidak akan bisa ditemui di kota lain,” ujar Dina pengunjung yang berparas cantik itu kepada semarangpedia.com.

Tida hanya itu, lanjutnya, saat saya menjadi panitia temu kangen almumni SMP Negeri IV Semarang angkatan 1973/74 yang digelar di obyek wisata  Guci, Tegal beberapa waktu lalu, semua alumni saya giring untuk mencoba makanan khas Pemalang itu, bahkan mereka ada yang menghabiskan tiga mangkuk, karea dirasa sangat lezat dan gurih.

 

412
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>