Sebarkan berita ini:

29-Nasi Pecel Bu SitiSEMARANG[SemarangPedia] –  Siang itu, kedai Nasi Pecel Bu Siti dan Nasi Ayam Bu Darmi yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Semarang tepatnya di depan Sekolah AMNI dikerumuni pengunjung,  yang terlihat hampir setiap hari tidak pernah sepi, hingga parkir sepeda motor maupun mobil berderet di pinggiran jalan di depan kedai itu.

Bu Siti dan Bu Darmi merupakan kedua nama warisan dari orang tua dari Pak Rudy yang dipakai kedainya. Kedai itu menyediakan nasi pecel dan juga nasi ayam yang nikmat yang perlu dicoba bagi yang belum pernah mengunjungi kedai itu.

Nasi Pecel Bu Siti dan juga Nasi Ayam Bu Darmi yang buka setiap harinya dari pukul 07.00 WIB sampai 20.00 WIB, bahkan jika siang hari semakin ramai didatangi pengunjung terutama saat jam makan pagi dan siang maupun hari Minggu.

Begitu ramainya, Rudy, yang merupakan salah satu keturunan dari Bu Siti ini membuka satu tempat lagi yang berada persis di sebelahnya sebagai upaya perluasan tempat untuk menampung pengunjung yang ingin menikmati pecel dan nasi ayamnya.

Seperti pada umumnya nasi pecel dan nasi ayam, yang membedakan dari tempat lainya, untuk bumbu nasi pecelnya, Bapak asli Kudus ini mengungkapkan bumbu kuah kacang dan  sambel kacanganya diolah seimbang antara asin, manis juga pedas. Sedangkan untuk kuah opor Nasi Ayamnya lebih gurih dan juga tidak pedas.

Processed with VSCO

Salain campuran sayuran rembus dan sambel,  Nasi Pecel Bu Siti juga memadukan campuran  makan lainya untuk menambah citarasa pecel seperti, bakwan,martabak, mendoan,tahu bacem, telur ceplok, lumpia  dan lainya yang bisa dipilih sesuai selera konsumen.

Menurut Rudy, campuran nasi pecel yang paling laris dibeli pengunjung adalah nasi pecel dengan campran martabak. Untuk satu porsinya, Nasi Pecel Bus Siti dijual dengan harga Rp5.500 untuk nasi pecel biasa.

Jika konsumen mau menambah campuran makanan lainya seperti gorengan cukup menambah Rp1.500, serta telur dadar tambah Rp3.000 dan juga Rp2.000 untuk lumpia.  Sedangkan untuk Nasi Ayam Bu Darami diharagai Rp7.000 per porsi.

Sebenarnya dari cerita , ada segelintir kisah sedikit dibalik Nasi Pecel Bu Siti dan juga Nasi Ayam Bu Darmi. Singkatnya orang tua Rudy,  dahulunya adalah sorang peracik bumbu pecel yang dijual dipasaran. Dari menjual bumbu itulah tercetus untuk mengolah kudapan campuran bermacam sayuran yang dikenal dengan pecel.

Rudy juga menuturkan nasi pecel merupakan usaha awal yang dirintis bersama orang tuanya, yang dulunya berada di Jalan Supriyadi, karena meningkatnya pembeli akhirnya Rudi memutuskan membuka tempat baru, di Jalan Soekarno-Hatta dan juga membuka varian makanan baru yakni Nasi Ayam Bu Darmi serta yang terbaru adalah Lumpia Rawit. (RS)

923
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>