Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Negara harus hadir dan menjamin rasa aman dari ancaman radikalisme  kepada warga negara Indonesia maupun asing yang sedang beraktifitas di Indonesia ditengah berlangsungnya rangkaian pesta demokrasi atau aktifitas lainnya.

Juru bicara Kepala Badan Inteljen Negara (BIN), Prof Dr Wawan Purwanto SH mengatakan hidup di negara demokrasi, masyarakatnya tidak boleh gundah dan gelisah dalam menghadapi silang pendapat, terutama di saat berlangsungnya kontestasi politik

“Agar tidak ada kegelisahan maka negara harus menjamin terciptanya situasi aman,” ujar Wawan yang juga  Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Inteljen Negara dalam Seminar Radikalisme & Kebudayaan yang diselenggaraka Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang di Hotel MG Setos Semarang, Rabu (14/8).

Menurutnya, bagi warga negara Indonesia saat ini sudah berpengalaman menghadapi kontestasi politik yang riuh dan gaduh dengan berbagai isu untuk merebut dukungan publik.

Dengan demikian, lanjutnya, bangsa Indonesia sudah berkali-kali menghadapi dan mengikuti kontestasi demokrasi, mulai dari pilkada, pilpres  pileg bahkan pemilu serentak. Nuansa kegentingan demokrasi yang terasa mencekam, endingnya sangat manis, rukun kembali sebagaimana yang bisa dilihat seperti sekarang ini.

Dia menambahkan menjelang penetapan hasil pilpres beberapa waktu lalu sejumlah duta besar di Jakarta menghubunginya untuk menanyakan jaminan keamanan warganya yang sedang berada di Indonesia . Bahkan sudah ada yang menyiapkan proses evakuasi jika terjadi kerusuhan.

Sebagai instrumen negara, BIN bersama institusi negara yang menangani masalah keamanan memberi jaminan kepada dubes-dubes negara asing, bahwa ditengah gentingnya demokrasi itu kondisi tetap aman.

Mereka, tutur Wawan, diyakinkan dengan pengalaman bangsa Indonesia dalam memenej perbedaan. BIN berani memberikan jaminan rasa aman, karena yakin situasi memang dapat dikendalikan.

“Sepanjang penyelenggara negara mampu bersikap profesional, maka tidak perlu ada yang dikhawatirkan, termasuk dalam menghalau gerakan Radiaklisme, namun demikian, warga masyarakat tidak boleh lengah, deteksi dan cegah dini di lingkungannya jangan sampai kendor,” tutur Wawan. (SMH/RS)

2
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>