Sebarkan berita ini:

21-Waduk GajahmungkurSEMARANG[SemarangPedia] – Sejumlah kelompok tani nelayan keramba jaring apung di kawasan Wadyk Gajah Mungkur Wonogiri mulai mengeluhkan minimnya bantuan bibit ikan dari pemerintah, karena sangat berpengaruh terhadap besaran produksi dan kualitas ikan yang mereka peroleh.

Ketua Komisi B DPRD Jateng M Chamim Irfani mengatakan pemprov melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Jateng perlu segera melakukan pelatihan kepada kelompok tani nelayan keramba jaring apung Waduk Gajah Mungkur itu.

Menurutnya, melalui pelatihan itu diharapkan anggota kelompok tani nelayan mampu memproduksi bibit ikan yang berkualitas .

“Kami minta Dinas Perikanan dan Kelautan Jateng untuk melakukan pelatihan kepada tani nelayan keramba jaring apung di Gajah Mungkur, sehingga mampu memproduksi bibit yang lebih banyak,” ujarnya di Semarang, usai kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

Terkait bantuan, Chamim menambahkan saat ini kelompok tani dan nelayan Gajah Mungkur masih kesulitan mengakses bantuan modal hibah dari pemerintah. Pasalnya, dalam aturan tersebut, penerima bantuan harus memiliki badan hukum.

“Berdasar aturan yang berlaku, bantuan yang diminta oleh kelompok harus mempunyai legalitas badan hukum Indonesia yang telah terdaftar minimal tiga tahun,” tuturnya. (RS)

96
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>