Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Para nelayan di wilayah Jateng diminta segera mengurus izin perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang, sebagai upaya untuk mematuhi ketentuan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Lalu M Syafriadi menyisaratkan agar para nelayan untuk segera mengurus izin penggunaan alat tangkap cantrang.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak nelayan di Jateng yang belum mengurus perpanjangan izin pasca diperbolehkannya kembali kapal Cantrang melaut di laut Jawa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami menghimbau, kapal-kapal cantrang yang berada di bawah kewenangan Provinsi Jateng untuk segera memperpanjang surat izin kapalnya. Kami juga masih terus melakukan pendataan mengenai kapal-kapal yang berada di bawah tanggung jawab Pemprov Jateng,” ujarnya usai beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Selasa (9/10).

Sebelumnya, lanjutnya, izin kapal cantrang yang dikeluarkan oleh Pemprov Jateng sebanyak 1.223 kapal. Namun, setelah adanya perubahan kewenangan dan himbauan untuk melakukan pengukuran ulang, jumlah tersebut menjadi menyusut.

“Dari hasil ukur ulang kapal itu, diketahui sebanyak 70% dari 1.223 izin yang kami keluarkan ternyata terjadi manipulasi ukuran kapal atau Mark Down oleh nelayan. Jadi kami masih terus melakukan pendataan sampai saat ini,” tuturnya.

Selain adanya Mark Down itu, dia menambahkan data jumlah izin yang diberikan juga terpengaruh dengan adanya perubahan kewenangan, misalnya ada kapal yang dulu menjadi kewenangan Kabupaten kini naik kelas dan berubah menjadi kewenangan Provinsi.

Meski telah diperbolehkan sementara penggunaan kapal cantrang, namun para nelayan dihimbau untuk mematuhi persyaratan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, teramsuk dilarang ada penambahan cantrang, selain tidak boleh melebihi batas aturan melaut dan tidak melakukan Mark Down ukuran kapal.

“Kami juga terus menyosialisasikan kepada nelayan agar segera beralih alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan para nelayan diminta mematuhi peraturan yang ada terkait kebijakan menteri KKP.

Seperti diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelaumnya mengekularkan kebijakan melarang penggunaan kapal cantrang. Namun kebijakan itu ditunda dan nelayan di wilayah perairan Jawa yang diperbolehkan menggunakan cantrang lagi, sementara di luar perairan Jawa kapal Cantrang tetap dilarang. (RS)

 

34
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>