Sebarkan berita ini:

27-Ruko Kebakar1SEMARANG[SemarangPedia] – Kebakaran hebat melalap bangunan ruko studi foto dan warnet ‘Kinasih’ berlantai tiga di jalan Hayam Wuruk Pleburan, kota Semarang, Senin (27/6). Dalam insiden itu, menewaskan penjaga ruko bernama Wong Sien Bwee (62) yang terpanggang, karena tidak bisa menyelamatkan diri saat si jago merah mengamuk.

Kebakaran diketahui saat pukul 06.00 WIB, seorang loper koran berteriak ada kebakaran di belakang warung makan Tegal yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Hadi Mulyani (49), saksi mata menuturkan kobaran api pertama terlihat gumpalan asap hitam membumbung ke atas yang muncul dari bagian bawah ruko lantai satu.

“Saya kan kerja warteg. Loper koran langganan warteg lewat memberitahu ada kebakaran saya ke lokasi. Api dari bawah masih kecil mau selamatkan apa. Saya teriak-teriak, sambil lempari batu biar orang di dalam biar bangun. Mau buka ruko kuncinan dobel dari dalam,” ujarnya.

Usai melempari dan berteriak-teriak, turun beberapa orang dan keluar dari ruko dengan kepanikan mereka. Hadi saat itu mengaku melihat Sugiarto, suami korban Anita dalam keadaan panik ingin beserta anaknya ingin menyelamatkan korban namun tidak berhasil karena api terlanjur membesar.

“Ternyata dari lantai tiga turun. Kalau tidak ada salah ada lima sampai enam orang. Api semakin membesar, dari lemari es kemudian naik keatas. Mungkin kena AC, meledak keras bunyinya api membesar dan apinya keluar menyembur sampai ke halaman,” tuturnya.

Hadi menuturkan, beberapa menit kemudian mobil pemadam dari Dinas Damkar Kota Semarang datang. Saat itu, kondisi ruko masih belum padam karena ada listrik masih kondisi menyala.

Sementara, Kabid Opdal Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Soemarsono mengungkapkan setelah mendapatkan laporan langsung menurunkan sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakan si jago merah yang mengamuk.

“Terdapat 12 pemadam kebakaran yang kita turunkan. Laporan masuk sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi. Info masuk ke kami. Semua pos ita kerahkan ke lokasi. Ada sekitar 100 personil yang terjun,” ujarnya di sela berupaya memadamkan api.

Soemarsono mengatakan sebetulnya dari struktur bangunan dan kerugian yang dialami kebakaran ini merupakan kebakaran kecil. Namun, karena ada korban meninggal maka ini termasuk kebakaran yang besar.

“Kebakaran tidak besar, karena ada korban maka terlihat sebagai kebakaran yang besar. Tiga ruko di tengah menyambar kanan kiri. Secara material tidak berpengaruh. Kalau soal dari mana sumber api muncul itu kewenangan kepolisian,” tuturnya. (RS)

121
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>