Sebarkan berita ini:

7-kukuhkan-satgasSEMARANG[SemarangPedia] – Jawa Tengah mendirikan Satgas Waspada Investasi, setelah 12 daerah lain lebih dulu membentuk Satgas serupa, sebagai upaya untuk memberikan perlindungan dan mencegah kerugian yang diakibatkan dari berbagai tawaran investasi illegal yang menjanjikan keuntungan besar.

Pembentukan Satgas itu, diprakarsai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Jawa Tengah merupakan daerah ke-13 yang telah ikut membentuk Satgas Waspada Investasi.

Pendirian Satgas Waspada Investasi di Propinsi Jawa Tengah itu telah dikukuhkan oleh Anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo di Semarang, Jumat. (7/10)

Satgas waspada investasi Jawa Tengah melibatkan dari beberapa unsur instansi meliputi SKPD di jajaran Pemprov Jateng di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah.

Selain itu, juga melibatkan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kantor OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Kejaksaan Tinggi serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.

Menurut Fidaus Djaelani, tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana dan pengelolaan investasi, sebagian besar merupakan tindakan yang bersifat lintas yuridiksi.

Dengan demikian, lanjutnya, diperlukan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk dengan pemerintah daerah tingkat propinsi hingga kabupaten/kota.

“Aktivitas Satgas Waspada Investasi di daerah sangat diperlukan, mengingat masyarakat membutuhkan perlindungan dan potensi kerugian yang diakibatkan tawaran investasi illegal yang akhir-akhir ini semarak dan menjanjikan berbagai keuntungan,” ujarnya.

Tawaran investasi illegal itu, dia menambahkan seringkali memanfaatkan figure yang cukup terkenal maupun dikenal masyarakat, sebagau upaya untuk mengundang minat calon nasabah/investor.

Menurutnya, hingga minggu ke-3 September 2016, dalam catatan OJK terindikasi adanya 163 tawaran investasi bodong dari perusahaan yang sama sekali belum diketahui otoritas pengawasnya, bahkan menjanjikan keuntungan besar.

“Dari jumlah tersebut, 47 di antaranya sudah diumumkan melalui investor alrt portalhttp://sikapiuangmu.ojk.go.id/frontend/alertportal/negative,” tuturnya. (RS)

92
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>