Sebarkan berita ini:

1-ojkSEMARANG[SemarangPedia] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan the International Finance Corporation (IFC – World Bank) menggelar rangkaian Forum Internasional Keuangan Berkelanjutan di Bali selama dua hari mulai 1 hingga 2 Desember mendatang.

Kegiatan itu, serbagai upaya untuk ikut mendukung kebijakan pemerintah terkait pencapaian Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) ke depan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan forum ini sejalan dengan program SDGs dan sejak tahun ini mulai diimplementasikan oleh setiap negara anggota The United Nations Development Program (UNDP).

Menurutnya, para pemimpin negara anggota itu dan seluruh rakyat mengejar target  SDGs untuk mengakhiri kemiskinan dan kelaparan pada hinga 2030.

“OJK sangat mendukung upaya global itu. Kami telah menjadi salah satu dari 28 Otoritas bidang jasa keuangan yang menguikuti secara aktif Sustainable Banking Network sejak awal 2012,” ujar Muliaman dalam siaran persnya yang diterima semarangpedia.com, Kamis (1/12).

Dia meminta semua pelaku bisnis termasuk industri jasa keuangan melakukan berbagai inisiatif  bersifat sukarela, sebagai bentuk implementasi tata kelola yang baik khususnya pada aspek transparansi maupun upaya pemberian pembiayaan yang mengarah pada peningkatan porsi pembiayaan pada sektor usaha yang tergolong ramah lingkungan.

“Roadmap Keuangan Berkelanjutan OJK yang dikeluarkan pada 5 Desember 2014 lalu  mendukung dan mendorong proses pembangunan berkelanjutan dalam penyediaan financing/loan oleh industri jasa keuangan terkait perubahan iklim maupun pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Dia menuturkan juga akan mendorong munculnya inovasi dan riset-riset terkait keuangan berkelanjutan terutama dengan adanya kompetisi atau keinginan untuk berkembang dengan menyesuaikan keterbatasan sumber-sumber yang dimiliki, untuk menciptakan produk-produk keuangan baru yang memiliki aspek keberlanjutan.

Program keuangan berkelanjutan, lanjutnya, tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi, seperti sektor energi, infrastruktur, industri pengolahan, pertanian, dan UMKM, namun juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan di Indonesia.

Terdapat tiga kegiatan utama dalam forum internasional ini yaitu the International Seminar on Sustainable Finance (ISSF), ASEAN Forum on Sustainable Finance, dan the 4th Annual Meeting of the Sustainable Banking Network.

Forum itu mengambila thema “Mainstreaming of Sustainable Finance through Innovation” dan dihadiri lebih dari 20 perwakilan Negara dengan nara sumber domestik  dan internasional dari berbagai latar belakang seperti pemerintah, otoritas pengawasan lembaga jasa keuangan/bank sentral, akademisi, lembaga internasional serta asosiasi dan praktisi industri jasa keuangan.(RS)

82
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>