Sebarkan berita ini:

6-Sembako1SEMARANG[SemarangPedia] – Pempvrov Jateng mengisyaratkan operasi pasar (OP) bukan merupakan strategi yang mampu menstabilkan harga kebutuhan pangan menjelang Lebaran, karena itu sudah tardisi di kalangan pedagang menaikan harga meski stok berlebihan.

Pemprov melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Priyo Anggoro mengatakan, operasi pasar bukan satu satunya opsi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Menurutnya meski sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan, pihaknya terlebih dulu harus memantau situasi dan kondisi di lapangan.

“Kami mengecek dulu distribusi berbagai kebutuhan pokok dari hulu hingga hilir dengan mendatangi langsung kepada para petani, distributor dan pedagang, sehingga mata rantai perdagangan itu bisa diketahui, dan hasilnya dapat diputuskan apakah perlu operasi pasar atau tidak,” ujarnya di Semarang (6/6).

Dia menuturkan meski stok cukup atau berlebihan, pada umumnya ketika menjelang puasa dan lebaran ada tren harga naik, itu merupakan tradisi tahunan.

“Harga sembako atau kebutuhan pangan lain naik kalau akan memasuki bulan Ramhada,  setelah itu kembali turun, kemudian mendekati Lebaran harga naik lagi, karena kebutuhan masyarakat meningkat,” tuturnya.

Saat ini,lanjutnya, stok sejumlah kebutuhan pokok masyarakat seperti daging sapi, ayam, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan cabai mencukupi, sehingga untuk mememnuhi kebutahan masyarakat menjelang Lebaran tidak perlu dikhawatirkan. (RS)

78
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>