Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Hari ketiga rangkaian kegiatan peringatan hari lahir (Harlah) ke- 97 Nahdlatul Ulama (NU) akan diisi dengan kegiatan eksibisi membuat rokok dengan tangan yang di kalangan masyarakat Jawa dikenal dengan sebutan rokok Ting We, akronim dari nglinting dewe.

Agenda hari ketiga, Rabu (4/3) ini penampilan memproduksi rokok Ting We akan diikuti ratusan nahdliyyin di arena pameran tembakau dan kopi di halaman parkir sekretariat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU Jateng), Jalan Dr Cipto 180 Semarang.

Wakil Ketua Panitia Peringatan Harlah ke-97 NU Jateng , KH Kholison mengatakan agenda nglinting rokok Ting We akan dipimpin langsung Rois Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shidaqoh, acaranya dimulai pukul 18.30 WIB atau setelah sholat Maghrib berjamaah di musholla sekteriat PWNU Jateng.

“Pesertanya ratusan nahdliyyin dan seluruh pengurus NU Jateng beserta pengurus lembaga dan badan otonom NU tingkat Jateng, setelah selesai memproduksi rokok Ting We dilanjutkan dengan merokok atau menikmati udud bersama,” ujar Kholison di Semarang, Selasa (3/3).

Menurutnya, panitia Harlah menyediakan bahan baku tokok Ting We meliputi tembakau dan cengkih berbagai jenis dan merek, kertas sigaret, menyan dan upo (nasi) untuk perekat rokok.

Karena keterbatan, lanjutnya, tidak semua jenis tembakau yang ada disediakan panitia, sehingga jika peserta menginginkan jenis tembakau sesuai dengan keinginannya bisa membeli langsung di lapak pameran. Hampir semua jenis tembakau dijajakan di sini, termasuk tembakau srintil .

Dia menambahkan bagi para perokok atau penikmat rokok dalam menikmati cita rasa rokok memiliki ukuran atau standar yang berbeda atau tidak sama antara perokok yang satu dengan yang lain, sehingga dalam keseharian yang dilihat adalah masing-masing memiliki fanatisne merek rokok atau sigaret kretek produksi pabrikan besar tertrntu, baik sigaret kretek tangan (SKT) maupun sigaret kretek mesin (SKM).

Dengan mengkonsumsi rokok atau sigaret Ting We, tutur Kholison, maka masing-masing secara bebas bisa menakar atau meracik rokok Ting We sesuai yang diinginkan atau dengan selera yang diinginkan masing-masing perokok. Apalagi bahan baku sudah ada disekitarnya , tinggal pilih.

Usai menikmati rokok Ting We yang dibuat sendiri, para peserta dan pengunjung Harlah akan disuguhi parade kyai NU membaca puisi. Sejumlah kyai NU Jateng akan tampil membaca puisi karyanya sendiri.
“Insya Allah, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan budayawan Pro GS akan tampil juga di acara ini,” tuturnya. (SMH/RS)

27
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>