Sebarkan berita ini:

27-Melukis sketsaSEMARANG[SemarangPedia] – Kawasan Kota Lama Semarang sejak pagi hingga sore menjadi perhatian banyak orang, di sepajang Jalan Letjend Suprapto di kawasan itu terlihat sejumlah orang berkumpul dan duduk di pinggiran.

Sebagian orang menyebar di beberapa jalan di kawasan itu, mereka membawa perlengkapan alat gambar sambil menatap kearah sudut sejumlah bangunan kuno yang ada di lingkungan itu.

Ternyata mereka semua itu, para sketcher, seniman sekaligus yang hobi sketsa sedang melakukan sketsa sejumlah gedung tua di Kota Lama.

Sebanyak 400 seniman sketsa menyebar ke penjuru jalan-jalan Kota Lama dan Pecinan untuk mengabadikan tiap bangunan unik ke dalam goresan penanya.

Tidak mengherankan, jika aktivitas mereka mengundang simpatik dan daya tarik para pengendara maupun pejalan kaki yang melintas dikawasan Kota Lama itu.

Para sketcher lokal maupun international begitu fokus ke satu titik pandang. Mereka sangat serius menorehkan kuas bertinta hitam ke dalam kanvas mapun buku. Kuas yang mereka pagang seolah menari mengikuti alur imajinasinya.

Bertahap, mulailah terbentuk paduan goresan lurus, bergelombang maupun melingkar tidak beraturan. Garis demi garis terhubung hingga membentuk sketsa sebuah gedung tua yang unik.

27-SketsaDua sketcher lokal Indonesia yang berasal dari Jakarta dan Bogor, Azwan dan Boby ini terlihat sangat antusias mengambar. Pandangan mereka terus menyorot secara cermat ke segala arah untuk melihat spot yang pas dan akhirnya Gererja Blenduk yang dipilihnya untuk gambar sketsa utama.

Meskipun terbiliang terlambat mensketsa dibanding peserta lainya, tetapi kedua sktetcer itu berhasil menyelesaikan sketsa Gereja Blenduk dalam waktu 25 menit. Hasil gambar antara mereka berdua pun berbeda walaupun satu spot area.

“Kota Lama Semarang memang banyak sekali sudut artistik untuk diabadikan ke dalam sketsa, banyak yang nantinya kita eksplor,” ujar Boby kepada semarangpedia.com.

Media dan alat mengambar sektsa yang mereka bawa begitu lengkap dan masing masingnya berbeda. Ada yang menggunakan cat, pensil, kuas serabut maupun kayu, dan berbagai jenis kertas baik buku kertas maupun agenda.

Berbagai gaya sketsa pun berpadu saling melengkapi dan memiliki keindahan masing-masing.

Tidak hanya membuat sketsa, workshop pum juga diadakan. Para sketcher saling berbagi ilmu dan memberikan masukan dan saran kepada sketcher lainya. (RS)

 

130
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>