Sebarkan berita ini:

13-pasar-sentilingSEMARANG[SemarangPedia] – Perhelatan pasar malam tertua di Kota Semarang “Pasar Malam Sentiling” yang termasyur pada jamanya dulu, akan kembali digelar di Kawasan Kota Lama Semarang, sebagai upaya untuk mengenang masa kejayaan pameran dagang terbesar pada jaman 1914 itu.

Menginjak tahun kelimanya, perhelatan Pasar Sentiling 2016 akan dipenuhi beragam acara tematik yang berbeda dan semarak dari tahun sebelumnya dan digelar selama tiga hari muai 16 hingga 18 September 2016.

Kali ini “pasar malam itu mengambil tema Kuno Kini Nanti” menjadi pembeda dan tema besar yang diangkat Pasar Malam Sentiling 2016.

“Tema tersebut kami ingin merepresentasikan bahwa dimasa lampau, sekarang dan dimasa kini memiliki keterkaitan erat. Dan tahun ini akan lebih spesifik dan meriah, dimana Kawasan Kota Lama nantinya akan dibagi sesuai dengan tema,” ujar Gilbert Megarajasa Wakil Ketua Penyelenggara Pasar Sentiling 2016 yang juga dari Oen’s Semarang Foundation, kepada semarangpedia.com, Selasa. (13/9).

Gilbert menjelaskan sesuai dengan tema Kuno Kini Nanti ada pembagian tiga tempat kegiatan pasar malam itu, meliptui area ‘Kuno’ yang berada di sekitaran persimpangan Jalan Garuda, akan dihadirkan berbagai kuliner tempo doeloe, pakaian tempo doeloe, photobooth, iringan lagu-lagu tempo doeloe sebelum 1960-an dan pasar klitikan.

“Sedanghkan area ‘Kini’ dipusatkan di wilayah sekitar Jalan Merak, Kolam Retensi Tawang (Polder Tawang). Yang dilengkapi panggung apung yang menjadi tempat pertunjukkan hiburan dengan menghadirkan sejumlah artis kondang dengan kolaborasi musik yang ditampilkanya,” tuturnya.

Processed with VSCO

Sementara, lanjutnya, arena ‘Nanti’, dipusatkan di area masuk di Jalan Garuda persis di belakang Gereja Blenduk akan diisi dengan pameran foto, gambar dan hasil research vision
branding Kota Lama bekerja sama dengan The Missing Link dari Belanda.

“Kegiatan ini sepenuhnya didukung dari Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Jateng, Dinas Pariwisata Kota Semarang dan kalangan swasta lainnya,” ujarnya.

Merunut ke belakang, Pasar Malam Sentiling sendiri diambil dari kata “tentoonstelling” nama yang diberikan jaman penjajahan Belanda, namun kini oleh masyarakat Jawa diplesetkan menjadi “sentiling”.

Penggunaan nama Pasar Malam Sentiling, mulai digunakan pada 2014 yang sebelumnya diberi nama Festival Kota Lama.

Pasar Sentiling digelar untuk memperingati sebuah perhelatan akbar di era kolonial Belanda bernama Tentoonstelling.

Kegiatan Tentoonstelling merupakan Pameran terbesar pada era 1914 yang diikuti oleh beberapa negara seperti negera belahan Eropa, Arab, China, Australia, dan lain-lain.

Pada jaman saat itu acara ini diadakan juga disertai pertandingan sepak bola internasional yang pertama, dan sekaligus menjadi pusat pameran dagang terbesar di dunia. (RS)

357
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>