Sebarkan berita ini:

20-Seminar Teroris1SEMARANG[Semarangpedia]-Tewasnya Santoso di tangan Satgas Tinombala tidak membuat pergerakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menghentikan aksi radikalisme dan terorisme, namun kelompok ini justru harus tetap eksis untuk mendapat pengakuan dari kelompok ISIS yang memberikan bantuan logistik baik pendanaan, senjata maupun personil.

Nasir Abas, mantan teroris mengatakan sepeninggalnya Santoso kelompok MIT mau tidak mau harus tetap eksis untuk tetap bisa mendapatkan dukungan dari ISIS, baik berupa bantuan logistik atau dana, senjata maupun personil pasukan yang selama ini diambil dari suku Uighur

Beberapa bulan sebelum tewas, pimpinan kelompok MIT Santoso sempat menyatakan diri bergabung dengan kelompok ISIS dan menjadi simbol keberadaan ISIS di Indonesia. Namun, paska tewasnya Santoso di tangan Satgas Tinombala, eksistensi kelompok MIT mulai dipertanyakan, meski masih ada nama Basiri yang diyakini akan memegang pimpinan MIT menggantikan santoso.

“Meskipun Santoso sudah ditembak mati, bukan berarti selesai , namun masih ada 19 orang pengikut Santoso yang masih didalam hutan. mereka tetep bergerak, tewasnya Daeng Korot, tewasnya Santoso itu tidak melemahkan mereka, mereka tetep eksis,“ ujar Nasir abas, mantan teroris jamaah islamiyah saat diundang sebagai pembicara disebuah seminar di Semarang, Rabu (20/7).

Nasir menambahkan poso masih akan ditempati kelompok MIT sebagai basis pergerakan dan kamp pelatihan militer, Bahkan Poso memiliki riwayat bagi kelompok MIT sebagai daerah konflik horisontal yang selama ini dijadikan alat kelompok radikal untuk menggalang perekrutan anggota. (HN/RS)

 

63
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>