Sebarkan berita ini:

8-belajar-tari-1SEMARANG[SemarangPedia] –  Puluhan warga dan anggota Pegiat Wisata Semarang mulai belajar tari dan gamelan di Gedung Kesenian Sobokarti Semarang, sebagai upaya untuk mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat.

Gedung Kesenian Sobokarti Semarang saat ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya serta melestarikan seni budaya tradisional.

Menurut Koordinator Pegiat Wisata Semarang Gus Wahid, Gedung Sobokarti, dipilih sebagai tempat kegiatan belajar tari dan gamelan, karena  memiliki sejarah erat dengan sejarah Kota Semarang.

Gedung Sobokarti, lanjutnya, selain dibangun oleh arsitek Belanda Thomas Karsten, gedung itu  juga mengakomodir kepentingan seni modern dan pribumi pada masanya.

“Sobokarti sejak ditetapkan sebagai cagar budaya, para pegiat seni terus berusaha menguri-uri budaya Jawa di gedung tersebut dan diharapkan melalui kegiatan itu, mungkin ada anggota atau biro travel yang berkeinginan menjual paket wisata di sini,” ujarnya, saat kegiatan belajar tari dan gamelan di Gedung Sobokarti, Kamis (8/12).

8-menariPengelola Gedung Kesenian Sobokartti Atmo Prabu menuturkan pihaknya tetap konsisten melestarikan budaya Jawa baik tari, gamelan maupun pedalangan kepada masyarakat terutama generasi muda.

Di sisi lain, dia menambahkan pihaknya juga berupaya melestarikan bangunan cagar budaya dan mengajarkan prinsip pelestarian.

“Sesuai ketentuan, kami tidak ingin merusak bangunan yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini. Menjaga bangunannya sekaligus nguri-uri budayanya,” tuturnya. (RS)

 

202
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>