Sebarkan berita ini:

25-Pabrik SemenSEMARANG[SemarangPedia] –  PT Semen Gresik Tbk (Persero) terus ngebut menyelesaikan pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah yang diproyeksikan September mendatang sudah dapat dilakukan uji coba.

Head of Engineering and Construction PT Semen Gresik Heru Indra Wijayanto mengatakan pekerjaan fisik pembangunan semen di Kabupaten Rembang terus dikebut hingga dapat selesai sesuai yang  ditargetkan rampung akhir 2016.

“Pekerejaan fisisk kini terus dikebut untuk mengejar target agar rampung akhir tahun ini dan awal tahun segera dapat dioperasikan,” ujarnya di lokasi proyek, Selasa (23/8).

Menurutnya, jika pekerjaan tersendat atau dihentikan sementara waktu, sudah dapat dipastikan pelaksana bakal terkena sangsi.

Hingga kini, lanjutnya, progres pekerjaan proyek sudah mencapai 95%, bahkan sesuai intruksi Direktur PT Semen Indonesia, secara keseluruhan pabrik semen yang didirikan berdiri atas lahan seluas 54 hektare yang melingkupi lima desa, yakni Timbrangan, Tegal Dowo, Pasujen, Kadiwono dan Kajar di kecamaatan Gunem harus rampung akhir 2016.

Dia menuturkan bahan baku yang dibutuhkan pabrik ketersediaan yang diambil sudah dikaji secara matang. Bahkan secara matematis bahan baku penambangan dan desain pembangunan menggunakan tekhnologi tercanggih dari pada PT Semen Tuba, serta dihitung langsung dari pakar Institusi Teknologi Bandung (ITB) Prof Budi Sulistiyo.

“Terdapat empat bahan baku untuk semen terdiri batu kapur 80%, tanah lempung (liat) 18%, sisanya pasir besi dan silika,” tuturnya.

Di sisi lain, dia menambahkan pembangunan pabrik semen Gresik di Rembang dijadwalkan mulai diuji coba pada September mendatang.

Pabrik semen yang menelan investasi Rp4,4 triliun itu rencananya menjadi pabrik termodern yang dimiliki oleh PT Semen Indonesia saat ini.

Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 54 hektare dengan area tambang seluas 405 hektere di wilayah dua kecamatan dan lima desa di Rembang, terdiri  Kecamatan Gunem meliputi Desa Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, dan Kajar serta Desa Kadiwono di Kecamatan Bulu.

Pabrik Semen Rembang sudah beberapa waktu ini menuai kontroversi. Maklum, pabrik dengan nilai investasi mencapai Rp4,452 triliun ini dinilai akan merusak ekosistem di lahan yang akan dimanfaatkan.

Lokasi penambangan, misalnya akan dilakukan di cekungan air tanah yang menjadi sumber air bagi warga desa yang bakal mengakibatkan perusakan kawasan, bahkan juga akan mengancam lumbung pangan yang selama ini menjadi andalan warga.

Sawah petani akan mengering, krisis pangan pun di depan mata dan mengancam ribuan warga di Rembang. Petani setempat hingga kini terus berupaya melakukan perlawanan. Namun, pemerintah belum mempedulikan dan realisasi pembangunan pabrik terus berjalan.

“Pegunungan Kendeng itu resapan air, ketika dikeruk, yang jelas sumber mata air akan kering. Karena itu demi menjaga kelestarian lingkungan, jangan sampai ditambang untuik kepentingan pembangunan pabrik,  juga mengurangi lahan sawah ketika dijadikan tambang. Dampaknya akan luar biasa, bukan hanya lingkungan,” ujar seorang petani Rembang Sutrisno. (RS)

307
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>