Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

UNGARAN[SemarangPedia] – Nafisah Amalia, 13 tahun, siswi kelas VIII SMP Islam Plus (IP) Assalamah, Ungaran, Kabupaten Semarang, berhasil menemukan alat pendeteksi kemurnian air zam-zam (Alpenkazam), setelah dia diberi air zam-zam tapi rasanya tidak seperti lazimnya air dari tanah suci itu.

“Beberapa waktu lalu, saya minum air yang katanya itu air zam-zam. Tapi rasanya beda dengan air zam-zam yang pernah saya minum sebelumnya. Kalau yang asli itu di tenggorakan rasanya  khas  menyegarkan,” tuturnya.

Berangkat dari kecurigaan itu, Nafisah mengutarakan keinginan ke ayahnya untuk membuat semacam alat yang bisa membedakan air zam-zam dengan air putih biasa.

“Ayah juga merasa curiga dengan keaslian air zam-zam yang kita minum itu. Beliau setuju dan mendukung keinginan saya untuk membuat alat pendeteksi kemurnian air zam-zam,” ujarnya.

Gayung  bersambut, sekolah juga menyatakan dukungan ketika Nafisah mengutarakan idenya.  Terlebih SMP IP Assalamah mendapat kabar ada kompetisi pelajar Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) tingkat Kabupaten Semarang.

“Kami daftarkan dan ikutkan di LPSN tingkat Kabupaten Semarang pada Mei lalu untuk kategori Teknologi Rekayasa,” ujar Kepala Sekolah SMP IP Assalamah Wakhid Gufron.

Pihak sekolah kemudian membentuk tim peneliti yang terdiri dari tiga siswa dan sejumlah guru pendamping.  Nafisah ditunjuk sebagai ketua tim didampingi dua rekan sekelasnya yaitu Farrel Herald Zahwa Sabrina dan Yessy Levina Pramesti.

Selama tiga bulan, ketiganya dan para guru pendamping melakukan riset guna mencari formula dasar pembeda air zam-zam asli dan air putih biasa.  Akhirnya sifat penghantar listrik dari air dipilih menjadi parameter utama dalam menentukan kemurnian atau keaslian air zam-zam.

“Hasil penelitian anak-anak memperlihatkan air zam-zam punya sifat penghantar listrik yang lebih kuat dibanding air putih biasa. Air zam-zam itu seperti air putih biasa yang dicampur garam namun tidak berasa,” tutur Chaerul Mutakin sebagai guru pendamping.

Sementara peralatan pendukung,  Nafisah beserta teman satu tim, memilih benda-benda sederhana seperti kabel, jeruji sepeda motor, baterai, volume unit, potensio dan bok plastik sebagai casing. Fasilitasi semua kebutuhan riset itu biayanya ternyata tidak lebih dari Rp50.000.

Cara kerja dari alat yang akhirnya dinamai Alpenkazam ini juga terbilang sederhana. Baterai sebagai sumber tenaga dihubungkan secara seri dengan jeruji dan volume unit. Jeruji dipilih karena terbuat dari besi dan sangat baik sebagai media untuk mengecek sifat penghantar listrik  di air yang akan diuji. Sedangkan untuk melihat besar kecilnya listrik yang terhantar bisa dilihat lewat volume unit.

“Jika air zam-zam asli maka jarum yang ada di volume unit akan ke positif atau ke garis-garis merah. Sementara untuk air putih biasa jarumnya bergerak ke negatif atau garis-garis warna hitam,” papar Nafisah sambil memperlihatkan cara kerja alatnya.

Wakhid Gufron menambahkan karya anak didiknya ini terpilih mewakili Jawa Tengah di LPSN tingkat nasional di Jakarta, 25-29 September lalu. Alpenkazam bersaing dengan karya penelitian dari 34 kontingen pelajar se-Tanah Air.

Hasilnya karya siswa SMP itu, lanjut Wakhid Gufron, memang belum mencapai juara. Namun demikian, ide dan usaha anak didiknya sangat mengapresiasi kreasi dari tim LPSN sekolahnya.

“Diharapkan karya ini ke depan bisa dikembangkan untuk kepentingan umat sehingga dapat memberi manfaat lebih luas,” ujarnya.

Ketua Yayasan Assalamah Husein Abdullah menyatakan pihaknya memberi ruang gerak yang luas bagi kreasi dan inovasi pengetahuan siswa-siswi SMP Islam Plus (IP) Assalamah, Ungaran.

“Yayasan akan selalu mendukung. Alpenkazam menjadi bukti kualitas pendidikan di daerah tidak kalah dengan yang ada di kota-kota besar,” tuturnya. (RS)

 

175
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>