Sebarkan berita ini:

HEND- MENEKAN PELANGGARAN LALULINTAS DI USIA DINI 4SEMARANG[Semarangpedia]  – Satuan Lantas Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang mengukuhkan program Sekolah Menengah Dua Polantas (SMDP).

Pembentukan Sekolah Menengah Dua Polantas, ke depan bagi para pelajar akan mendapatkan tambahan materi mengenai aturan berlalu lintas bertujuan untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi kalangan pelajar

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Catur Gatot,  sebagai program awal, dari 189 lembaga pendidikan setingkat SMA di Kota Semarang, 24 SMA di antaranya yang terpilih sebagai langkah awal program SMDP

“Kita Prioritas di 24 sekolah tersebut, karena dianggap banyak pelanggaran”, ujarnya, Kamis.(21/7)

Mengenai teknis pelaksanaan, lanjutnya, di setiap sekolah akan diberikan materi tentang lalu lintas dan kedisiplinan, untuk satu sekolah diisi  dua petugas polisi lalu lintas.

Kedua petugas akan berperan layaknya guru, bahkan diberikan kantor khusus di ruang Bimbingan Konseling. Selain memberi materi, pagi harinya para petugas juga akan mengatur lalu lintas di lingkungan sekolah itu.

“Untuk Pelaksanaan dimulai hari Senin (25/7) mendatang. Nanti petugas akan koordinasi dengan BK sehingga biar ada kolaborasi pihak sekolah dan SMDP,” tuturnya.

Petugas lalu lintas, dia menambahkan akan memberikan materi pada kelas yang memiliki jam pelajaran kosong. Namun, ke depan, akan dibuatkan jadwal khusus buat polisi memberikan materi lalu lintas di setiap kelas.

“Materinya akan diatur ada safety riding, undang-undang, keselamatan berkendara. Terutama materi kelalulintasan, kelengkapan kendaraan, Nanti tidak hanya materi, tapi mendidik kedisiplinan,” ujarnya.

Program itu ternyata disambut baik oleh Avan Iqbal (16) seorang siswa SMK, Meski belum diperbolehkan berkendarasn karena belum memiliki SIM.

“Dengan kehadiran polisi ke sekolahan setidaknya bisa memperingatkan dirinya dan teman-temannya soal keamanan kedisiplinan dalam berlalu lintas,” tuturnya.

Iqbal menambahkan tidak hanya siswa SMA, namun juga siswa SMP, karena saat ini banyak para siswa yang masih SMP mengendarai sepeda motor tanpa memiliki SIM. (HN/RS)

146
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>