Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Keramahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkarier di kapal-kapal pesiar ternama di dunia menjadi modal sosial yang memiliki nilai kompetitif  sangat tinggi, ditengah ketatnya persaingan seleksi antar pekerja dari berbagai negara dalam rekrutmen pekerja yang akan dipekerjakan di kapal pesiar.

Drs Agus Budiyanto General Manajer Lembaga Pendidikan Profesi dan Kewirausahaan (LPPK) Bhakti Nusa Semarang, Drs Agus Budiyanto mengatakan dalam kurun waktu delapan tahun terakhir peluang berkarier bagi warga berusia produktif di kapal-kapal pesiar kelas dunia sangat terbuka lebar-lebar, namun belum dimaksimalkan oleh generasi muda Indonesia.

“Setiap tahun LPPK Bhakti Nusa diminta untuk mengirimkan tenaga kerja yang sudah kompeten untuk dipekerjakan di kapal-kapal pesiar sebanyak 1.000 orang, namun hanya 10 sampai 20 % yang bisa kami penuhi,” ujar Agus di Semarang, Selasa (22/5).

Menurutnya, para pekerja yang berkarier di kapal-kapal pesiar itu, selama ini tercatat delapan bulan dipekerjakan di kapal yang mengarungi lautan di berbagai negara dan sisanya empat bulan di darat. Standar gajinya menggunakan US$.

Jenis pekerjaan yang dibutuhkan di antarannya hospitality, kitchen, foord and buferage, housekeeping dan sebagainya. Jenis pekerjaan ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak.

Pekerjaan ini, lanjutnya,  sangat berkait erat dengan teknis pelayanan kepada para penumpang kapal yang membutuhkan kehadiran para pelayan/pekerja yang ramah dan sopan. Sikap ramah dan sopan jarang dimiliki oleh para pekerja profesional dari mancanegara.

“Disinilah letak keunggulan TKI selama bekerja dilingkungan kapal pesiar, sehingga para  pimpinan dan manajer sangat bersimpati dengan para TKI yang keramahan dan kesopanannya menjadi daya tarik para pelancong yang menggunakan jasa pesiar,” tuturnya.

Dia menuturkan untuk menyiapkan TKI yang akan berkarier di kapal-kapal pesiar kelas dunia, LPPK yang dipimpinnya mengalokasikan waktu pendidikan dan pelatihan kapal pesiar selama satu tahun. Kalau pada saat masuk sudah memiliki kemampuan berbahas Ingris yang bagus maka masa pelatihannya akan bisa selesai lebih cepat.

Dalam menyalurkan TKI terdidik dan  kompeten, pihaknya menjalin kerja sama dengan agen resmi kapal-kapal pesiar di antaranya Ratu Oceania Raya yang menargetkan kepada LPPK Bhakti Nusa untuk memasok sebanyak 1.000 pekerja kapal pesiar, namun selama ini belum dapat dipenuhi.

Keberhasilan LPPK Bhakti Nusa dalam menyiapkan pekerka kapal pesiar kelas dunia diketahui Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri yang awal Mei lalu secara diam-diam melakukan kunjungan untuk melihat aktivitas pelatihan yang dilaksanakan

“Kepada kami, Bapak  Menteri Tenaga Kerja  berpesan agar para peserta pelatihan dibekali juga dengan nilai-nilai keramahan dan kesopanan. Potensi ini sudah sejak lama melekat pada nenek moyang kita hingga sekarang yang tidak dimiliki oleh orang lain. Maka wajar kalau pengguna TKI di kapal pesiar sangat mendambakan dilayani pekerja dari Indonesia, “ ujar Agus. (SMH/RS)

 

 

22
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>