Sebarkan berita ini:

18-apbnSEMARANG[SemarangPedia] – Pemangkasan anggaran daerah dari APBN perubahan 2016, akan berpengaruh siginifikan terhadap keuangan pemerintah daerah, karena pemprov telah mengantisipasi dengan mengeluarkan kebijakan strategis melalui penghematan anggaran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat tidak akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur, bahkan penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) juga tidak banyak berengarug signifikan.

Menurutnya, meski ada pemangkasan dan penundaan DOU juga tidak menjadi permasalhan berat, karena pemprov masih dapat membayar gaji pegawai dan biaya seluruh proyek infrastruktur terus berjalan.

“Pemangkasan anggaran tidak mengkhawatirkan, APPBN berkurang terus kemudian limbung,? tidak. Itu biasa saja. Kecuali hari ini ada pegawai pemprov dan PNS yang demo bareng-bareng karena tidak bisa menerima gaji, nah itu limbung. Bahkan kalau seluruh proyek-proyek besar berhenti terus kemudian buruh-buruhnya nganggur itu limbung,” ujarnya, di Semarang.

Menurutnya, pemprov sudah melakukan kebijakan sebel;umnya dengan melakukan penghematan anggaran di setiap SKPD, termasuk cara memotong belanja yang tidak diprioritaskan.

Sementara, lanjutnya, untuk pembangunan infrastruktur, tidak dilakukan pemotongan, karena berkaitan dengan kebutuan rakyat.

“Silahkan lihat seluruh proyek infrastruktur di Jateng yang paling kelihatan dan masih terus berjalan sampai sekarang, bahkan  sudah mencapai 90%,” tuturnya.

Proyek infrastruktur, dia menambahkan yang tidak dilakukan pemotongan,  salah satunya renovasi Stadion Jatidiri yang sudah diambil alih Pemprov. Proyek tersebut menjadi mercusuarnya dalam memimpin Jawa Tengah. Pengambilalihan juga dilatarbelakangi faktor pengelolaan yang tidak baik saat diserahkan pada pihak ketiga.

Di sisi lain, lanjut Ganjar, pemangkasan anggaran tidak akan berpengaruh signifikan karena pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini melebihi target pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sudah mencapai 5,75%.

“Pertumbuhan ekonomi secara nasional targetnya 5,2%, Jawa tengah sudah 5,75%, Di mana letak limbung atau goyah?,” tuturnya. (RS)

69
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>