Sebarkan berita ini:
Ilustarsi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Upaya dalam konservasi bangunan cagar budaya, Pasar Johar Semarang lama tetap dua lantai akan dilakukan, guna mempertahankan bangunan masih tetap autentik.

Konsultan Penyusun Detail Engineering Design (DED) Revitalisasi Pasar jojar Timmy Setiawan mengatakan dalam konservasi bangunan cagar budaya, Pasar Johar lama tetap dua lantai. Bahkan pihaknya tidak akan melakukan intervensi bangunan cagar budaya agar bangunan masih tetap autentik.

“Kalau membangun yang baru lebih mudah, simpel dan murah. Namun, ketika tetap mempertahankan bangunan cagar budaya lama harus memiliki batasan yang sudah ditetapkan,” ujarnya selepas seminar nasional DED Revitalisasi Pasar Johar berhema Rekonstruksi Kritis Peran dan Fungsi Pusat Aktivitas Ekonomi Kota Semarang, di Lawangsewu, Kamis. (24/11)

Menurutnya, untuk memperkuat cendawan Pasar Johar direncanakan cendawan akan dibungkus fiber polimer, mengingat kekeuatan cendawan lama sudah berkurang 50% akibat kebakaran dasyat beberapa waktu lalu.

“Terdapat beberapa alternatif pilihan dalam memperkuat cendawan, namun pilihan membungkus cendawan dengan fiber polimer karena diperkirakan bakal lebih kuat,” tuturnya.

Dia menuturkan untuk menghindari persoalan bau di basement sudah diantisipasi dengan membuat lubang-lubang agar sinar matahari bisa masuk ke basement.

Sebelumnya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta dalam pembangunan pasar Johar jangan melebihi tiga lantai, mengingat pengalaman sebelumnya pasar berlantai tinggi justru kurang diminati masyarakat pedagang dan pembeli.

“Kami juga menunggu Dinas Pasar Kota Semarang terkait pendataan jumlah pedagang agar dalam perancangan Detail Engineering Design (DED) kali ini tepat dan langsung bisa dijalankan. Saat ini DED sudah mencapai sekitar 50%,” tuturnya.

Dia menginginkan perancangan DED, Dinas terkait tetap harus memperhatikan 7.000 lebih kepentingan pedagang,  agar mereka kembali dapat tempat yang nyaman di Pasar Johar Baru.

DED diharapkan bisa rampung akhir 2016, sehingga Pemkot Semarang bisa segera mengajukan bantuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Pusat untuk merealisasikan pembangunan Pasar Johar baru.

Pasar Johar Semarang, yang merupakan pasar terbesar di Jawa Tengah ludes akibat kebakaran hebat pada 9 Mei 2015, hingga 4.917 pedagang dari sekitar 8.000-an kios kehilangan tempat berjualan.

Sebagai pasar tradisional terbesar di Jawa Tengah sekaligus cagar budaya yang menyimpan banyak sejarah perjalanan bangsa, kebakaran Pasar Johar harus ditangani secara serius. Bahkan diharapkan pembangunan baru tetap memperhatikan konsep konsep Green Building.

370
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>