Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Perkembangan pembangunan berbagai sektor di wilayah Kota Semarang yang menunjukkan peningkatan positif mendapat apresiasi dari para pelaku ekonomi, bahkan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng maupun Kota Semarang juga menilai ibukota Jateng ini semakin maju.

Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit SW mengatakan sudah terlihat pembangunan di Kota Semarang dipimpin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ini menunjukkan peningkatan begitu pesat dan mulai berdampak pada turisme serta sektor pariwisata mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Perkembangan pembangunan Kota Semarang semakin maju, sehingga berdampak pada turisme, perdagangan meningkat dan investasi terus mengalami kenaikan. Apa pun yang dilakukan pengusaha mengatakan ekonomi Semarang sedang growing,” ujarnya saat menghdairi Seminar Nasional Pengaruh Pertumbuhan Perekonomian Nasional Terhadap Perekonomian Daerah, yang digelar oleh Kadin Kota Semarang, di Hotel Aston Inn Pandanaran, Kamis (13/9).

Menurutnya, Kota Semarang juga mulai gencar menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai negara di beberapa sektor di antaranya peningkatan sumber daya manusia, transportasi dan pengolahan energi terbarukan, selain pengemangan smart city.

Seminar itu, menghadirkan keynote speakers Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi SE, MM dan sebagai narasumber di antaranya Direktur Utama PT PP Persero Ir Lukman Hidayat dan   Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dr Avilliani SE, Msi.

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani menuturkan , Indonesia terkena dampak tingginya US$, karena dari komponen barang-barang industri dalam negeri masih mengandalkan impor, sedangkan sektor Pariwisata belum menjadi daya dukung utama perekonomian, hanya di tingkat domestik saja.

“Saat ini kondisi perekonomian kena dampak dari kebijakan negara Amerika, yang banyak memberikan penurunan pajak bagi investasi dari 30%n menjadi hanya 21%, sehingga mengunfang minat investor untuk menyimpan uangnya di negara Paman Sam itu,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang kini sedang gencar menggali potensi pariwisata untuk menarik kunjungan wastawan, dari sumber devisa terbesar untuk negara adalah dari ekspor kepala sawit dan migas, mengingat Semarang tidak memiliki sumber migas dan kelapa sawit, sehingga sektor pariwisata yang dapat dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian.

“Dari 2011 kunjungan wisatawan di Kota Semarang mencapai 2,09 juta oarang meningkat menjadi 5,65 juta pada 2017 dan saat ini terdapat sembilan kawasan industri fokus sektor barang dan jasa. Potensi perdagangan dan jasa cocok untuk Kota Semarang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan karyawan,” tutur Hendi  panggilan akrab Hendrar Priahdi itu.

Lukman Hidayat, Direktur Utama PT PP Persero berpendapat untuk mengembangkan pariwisata harus ada tiga A terdiri Akses, Akomodasi dan Atraksi.  Di mana saat ini Kota Semarang mengembangkan banyak destinasi baru, dan juga akan membangun jalan tol seperti Semarang-Demak, yang sekaligus berfungsi sebagai tol laut, untuk mencegah banjir dan rob.

Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Adrasmara mengatakan seminar nasional ini diikuti oleh seluruh pengurus Kadin Kota Semarang, dan pengusaha serta mahasiswa, yang diharapkan bisa menambah pengetahuan tentang kondisi ekonomi sekarang yang dihadapi para pengusaha.

Dia mengapresiasi kinerja Pemkot Semarang bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan berpengaruh pada perkembangan ekonomi nasional.

“Paling tidak mereka para peserta yang hadir bisa mengerti dan mengetahui progres perkembangan ekonomi di Kota Semarang, sehingga bisa mengetahui juga apa langkah kedepan dalam hal perekonomian di Kota Semarang mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, Kemajuan Kota Semarang karena didukung dengan perkembangan sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional maupun di tingkat internasional, di antaranya faktor budaya, iptek dan faktor sumber daya mansuia dan lainnya. (RS)

31
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>