Sebarkan berita ini:

13-SutetSEMARANG[SemarangPedia] – Pembangunan proyek tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV TX (Ungaran-Pedan)-Cibatu Baru senilai Rp10 Triliun, dijadwalkan akan dimulai pada awal 2017, sebagai upaya untuk pendukung jaringan listrik pemenuhan energi area Jawa-Bali.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan XVI Amihwanuddin mengatakan, keberadaan SUTET dari Tanjung Jati (Ungaran) menuju Cibatu (Indramayu, Jawa Barat) sepanjang 660 kilometer mendesak dibutuhkan, dan akan menjadi tulang punggung untuk mengevakuasi daya listrik.

Menurutnya, pembangunan SUTET  yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 10 triliun itu masih pada tahap penentuan lokasi. Namun, pekerjaan fisik dijadwalkan Januari harus sdudah dimulai.

“Proyek itu, akan melintasi 14 kabupaten/kota  terdiri dari enam kabupaten pada jalur transmisi Tanjung Jati – Tx (Ungaran Pedan), mencakup  Kabupaten Jepara, Pati, Kudus, Demak, Grobogan, dan Semarang, serta tujuh kabupaten dan satu kota di Jawa Tengah pada jalur transmisi Ungaran sampai Mandirancan, meliputi Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes,” ujarnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo , di Ruang Kerja Gubernur, Senin (13/6).

Jika proyek tersebut, dia menambahkan  tidak selesai dipastikan  beberapa tahun mendatang di area Jawa-Bali tidak akan berkembang distribusinya. Apalagi, dari target produksi daya listrik sebesar 35.000 MW, masih terdapat 7.200 MW yang akan diselesaikan pada 2019.

Pada proyek tersebut, lanjutnya, terdapat 1.320 tower yang akan dibangun dan 1.055 tower di antaranya  berada di wilayah Jawa Tengah. Sedangkan untuk pembangunan tapak tower membutuhkan lahan 40 meter x 40 meter per tapak dan saat ini tengah diidentifikasi kepemilikannya.

Selain pembebasan lahan tapak, pihaknya juga akan memberikan kompensasi terhadap lahan dan ganti untung tanaman yang dilalui SUTET. Proses pembebasan lahan diharapkan selesai hingga Desember 2016, sehingga pekerjaan konstruksi dapat dimulai pada Januari 2017 dan diproyeksikan selesai pada Desember 2019.

“Kami telah melakukan kerja sama dengan UGM untuk studi dan survei. Setelah penentuan lokasi, kami akan sosialisasi besar-besaran, dengan melibatkan perguruan tinggi. Sebelum investor masuk dan pembebasan harus jalan dulu. Kalau (pembangkit) Batang selesai tapi (SUTET) ini tidak, tidak ada gunanya. Mau disalurkan ke mana,” tuturnya. (RS)

886
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>