Sebarkan berita ini:

16-tol-semarang-batangSEMARANG[SemarangPedia] – Pembebasan lahan pembangunan proyek ruas Tol Semarang-Batang terus diupayakan dan dipercepat untuk wilayah Kota Semarang kini mencapai 30%, sementara  ruas tol Seksi I Batang-Kandeman dipercepat dan segera dilakukan  groundbreaking (peletakan batu pertama).

Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Wibowo Suharto mengatakan proses pembayaran pembebasan lahan saat ini sudah mencapai 30%.

Saat ini, dia menambahkan Tim Pembebadsahan lahan sedang menunggu proses penilaian apprasial tyerhadap sebanyak 785 bidang di Kelurahan Purwoyoso.

Lahan di Kelurahan Purwoyoso itu, merupakan bidang terbanyak di wilayah Kota Semarang yang terkena proyek ruas tol itu. Tim Pembebasan lahan akan segera melap;orkan hasil penilaian yang dilakukan di lapangan.

“Jika hasil appraisal sudah selesai, Tim Pembebasan lahan akan segera melakukan musyawarah dengan warga,” ujarnya.

Lahan warga lain yang terkena proyek tol Semarang-Batang itu terdapat di tiga kelurahan terdiri Tambakaji, Babankerep dan Kembang Arum yang saat ini prosesnya juga dalam tahap penilaian oleh tim appraisal.

BPN menargetkan agar akhir Oktober mendatang pembebasan lahan warga yang terdampak pembnangunan proyek infarstruktur itu rampung.

“Alokasi Anggaran pembebasan lahan di wilayah Kota Semarang untuk proyek tol itu mencapai sebesar Rp28 triliun dan sudah terbayarkan sekitar Rp600 miliar,” tuturnya.

Sementara itu, pembangunan proyek ruas tol Batang-Semarang Seksi I Batang-Kandeman segera dilakukan  groundbreaking (peletakan batu pertama)  pembangunan,  meski belum seluruhnya lahan yang dibutuhkan sudah berhasil dibebaskan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang Wijayanto pernah mengatakan pembangunan fisik konstruksi ruas tol Batang-Semarang tengah dipersiapkan untuk segera roundbreaking.

“Saat ini pekerjaan pembersihan (clearing) tengah dilakukan pada lahan yang sudah dibebaskan, terutama untuk ruas tol Batang-Semarang Seksi I Batang-Kandeman,” ujarnya.

Menurutnya, dari 26 desa/kelurahan dengan tujuh desa di antaranya kini sudah selesai proses pembebasan lahannya. Tujuh desa itu meliputi Cepagan, Banjiran, Pasekaran, Cepokokuning, Lawangaji, Tragung dan Tegalsari.

Warga yang lahannya terkena proyek tol di daerah itu telah dilakukan proses pembayaran sesuai prosedur yang berlaku dengan harga pembelian layak.

Dia mengatakan terdapat tujuh desa lainnya di wilayah Batang dan 14 desa di wilayah Kendal kini dalam pelaksanaan penilaian harga tanah oleh tim appraisal (penaksir). Ketujuh desa di Batang tersebar di wilayah Kecamatan Batang, Kandeman dan Gringsing.

Jika tim appraisal selesai melaksanakan tugasnya, lanjutnya, akan dilanjutkan proses pengumuman pada warga terkena tol, setelah musyawarah harga disepakati.

Sementara untuk desa-desa lainnya  masih dalam proses inventarisasi tanah, bangunan dan tanaman. Bukt kepemilikan lahan warga sedang dikumpulkan untuk mendukung pembebasan tanah ruas tol Batang-Semarang.

457
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>