Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Warga di wilayah Kabupaten Klaten yang tanahnya terkena proyek Ruas Tol Solo-Yogyakarta diminta tidak mengalihkan tanahnya kepada para spekulan, menyusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menandatangani Penetapan Lokasi (Penlok).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah menandatangani Surat Keputusan Nomor 590/48 Tahun 2020 tanggal 15 September 2020 tentang Penetapan Lokasi (Penlok) Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Tol Solo – Yogyakarta di Kabupaten Klaten.

Kabid Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah Endro Hudiyono mengatakan sesuai SK Penlok, total pengadaan tanah yang diperlukan untuk kebutuhan ruas Tol Solo-Yogyakarta sekitar 3.775.215 meter persegi.

“Tahapannya setelah SK Penlok ditandatangani adalah diumumkan kepada warga selama tujuh hari kerja. Selanjutnya dari Kanwil BPN Jateng maupun BPN Klaten melakukan inventarisasi, identifikasi tanah dengan melakukan pengukuran bidang per bidang,” ujarnya, Senin (21/9).

Dengan demikian, lanjutnya, warga diminta turut membantu proses kelancaran pengadaan tanah. Hal itu dapat dilakukan dengan menandai batas tanahnya masing – masing dan memberikan keterangan kepada petugas terkait data tanah.

Bahkan Endro juga meminta, warga yang tanahnya terlintasi jalan tol, tak tergiur tawaran oknum spekulan tanah dengan iming-iming dibeli harga tinggi.

“Masyarakat jangan membuka pintu bagi spekulan yang berusaha membeli tanahnya dengan (iming-iming harga) lebih mahal. Kemudian, siapkan administrasi terkait kepemilikan tanah, mulai salinan sertifikat tanah, kutipan Letter C dari Desa/Kelurahan dan dokumen administrasi kependudukan berupa KTP serta KK,” tuturnya.

Pada saat pengukuran mendatang warga diminta untuk hadir memdampingi petugas BPN serta menunjukan batas tanah, sehingga warga harus sudah pasang tanda batas sementara contohnya pathok dari bambu, untuk membantu dan mempermudah pengukuran.

Menurutnya, sesuai ketentuan, realisasi pengerjaan fisik Ruas Tol Solo-Yogyakarta akan dimulai, setelah proses pengadaan tanah rampung.

“Kami meminta warga bersabar, namun tetap aktif. Setelah Penlok terbit, maka tahap pelaksanaan pengadaan tanah dilaksanakan oleh BPN dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ujarnya.

Berdasarkan SK Gubernur tentang Penlok pengadaan tanah Tol Solo-Yogyakarta di Kabupaten Klaten, ada 11 kecamatan dan 50 desa yang terlewati Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. Wilayah paling banyak terlintasi jalan tol berada di Kecamatan Ngawen dengan sembilan desa. Sedangkan, wilayah paling sedikit terlintasi adalah Kecamatan Ceper dengan satu desa yakni Kuncen. Adapun, panjang jalan tol Solo-Yogyakarta diperkirakan sekitar 35,6 kilometer. (RS)

26
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>