Sebarkan berita ini:

23-pemeriksaan-bandaraSEMARANG[SemarangPedia]- Sebanyak 170 penumpang pesawat dari Malaysia yang tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang, diperiksa petugas gabungan, sebagai upaya untuk pencegahan masuknya peredaran narkotika di Jateng, Rabu. (23/11)

Pemeriksaan dilakukan petugas gabungan dari Badan Nasional Narkotika (BNN), Bea dan Cukai Kanwil Jateng dan DIY, Angkasa Pura I, Dinas Kesehatan dan Dinas Karantina, di terminal kedatangan Bandara Ahmad Yani Semarang.

Satu persatu barang milik penumpang Pesawat Air Asia dari Malaysia yang tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang dilakukan pengecekan melalui mesin x –ray. Petugas yang mencurigai barang bawaan milik penumpang kemudian memintanya dibuka, untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Kompol Yuli pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya narkotika dari luar negeri ke wilayah Indonesia melalui jalur darat.

“Pemeriksaan dilakukan petugas gabungan dari berbagai intansi terkait ini, untuk mencegah kemungkinan masuknya narkotika dari luar negeri ke wilayah Indonesia, selain melakukan pemeriksaan di terminal kedatangan internasional, petugas juga melakukan pemeriksaan di kargo pengiriman barang angkasa pura logistik” ujarnya.

Sementara itu, Humas Angkasa pura Satu, Dian Ps mengatakan operasi interdiksi terpadu Jawa Tengah melibatkan BNN, Bea dan Cukai Kanwil Jateng dan DIY, Angkasa Pura I, Dinas kesehatan dan Dinas karantina untuk pesawat kedatangan dari Malaysia.

“Operasi interdiksi terpadu Jateng untuk pesawat kedatangan air asia dari Malaysia dengan jumlah penumpang sebanyak 170 penumpang,” tuturnya.

Dalam pemeriksaan itu, petugas gabungan tidak menemukan narkotika pada barang bawaan penumpang pesawat. BNN Jateng  ke depan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah peredaran narkotika dari luar negeri ke wilayah Indonesia, baik melalui jalur darat laut maupun udara.

Sebelumnya BNNP Jateng telah dua kali berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika melalui jasa pengiriman pada September paket sabu seberat 12,8 gram dan ganja 7 gram melalui jasa pengiriman paket barangdari Medan menuju Semarang., kemudian disusul pada Oktober paket sabu dari Bangkok Thailand, melalui Kantor Pos Indonesia.

Selain menyita sabu seberat kurang lebih 180 gram yang diletakkan di bawah sepatu,  petugas juga mengamankan dua orang kurir jaringan internasional. (HN/RS)

125
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>