Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Pusat memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jatenmg hingga mencapai 7%, dengan mempercepat mereal;isaikan berbagai program pembangunan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan optimis pertumbuhan sebesar itu dapat terwujud dengan cepat, mengingat Jateng memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

“Banyak keunggulan di Jateng yang dapat ditingkatkan, baik keunggulan komparatif maupun kompetitifnya. Industri manufaktur dan ekspor Jateng misalnya, itu lebih tinggi daripada nasional. Tentu ini modal awal yang sangat bagus,” ujarnya saat berkunjung ke kantor Provinsi Jawa Tengah, Jumat (14/2).

Pertumbuhan ekonomi Jateng, lanjutnya, selama ini menjadi yang tertinggi secara nasional, sehingga upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7% bukan perkara sulit.

“Meski industri dan ekspor Jateng tinggi, namun hal itu belum cukup, karena tingkat konsumsi masyarakat Jateng masih rendah. Bahkan pertumbuhan ekonomi itu begitu bergantung pada tingkat konsumsi masyarakat. Apalagi Jateng, tercatat 60% Produk Domestik Bruto (PDB)-nya tergantung pada tingkat konsumsi masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, Pemprov Jateng harus beruoaya lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan konsumsi masyarakat, di antaranya dengan peningkatan sektor jasa dan sektor industri pariwisata.

“Pariwisata Jateng sangat potensial untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Dengan pariwisata, maka konsumsi tidak hanya dari warga Jateng, tapi juga dari para wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Bahkan Jateng, tutur Sri Mulyani, memiliki destinasi wisata unggulan nasional yakni Borobudur. Dengan pengelolaan yang baik, tentu hal itu akan semakin mempercepat dorongan pada pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Jateng tidak perlu khawatir, karena kami Pemerintah Pusat akan mendukung secara penuh dengan segala kebijakan dari pusat. Jangan hanya mengandalkan APBD, sumber pendanaan lain dari APBN atau mekanisme lain seperti pola Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta obligasi harus dioptimalkan,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan pihaknya sudah berlari cepat untuk menangkap beragam potensi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7%. Namun, semua harus dilakukan secara komprehensif dan sesuai dengan program dari pusat.

“Kami sudah berlari untuk memotret dan menangkap potensi itu. Beberapa program juga sudah kami lakukan. Kedatangan ibu Menkeu ini semakin membuka wawasan tentang fokus mana saja yang harus digarap,” ujar Ganjar.

Menurutnya, optimalisasi APBD untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi memang tidak akan cukup, sehingga bantuan dari Pemerintah Pusat dan sumber keuangan lain memang penting untuk digarap.

“Pola pembiayaan KPBU akan kami optimalkan. Obligasi kami masih menunggu dari DPRD, kami harap Jateng menjadi provinsi pertama yang pecah telur soal ini,” tuturnya.

Apa yang menjadi arahan Menkeu, lanjutnya, akan ditindaklanjuti secepatnya. Pemanfaatan program dari pusat, optimalisasi pariwisata dan lainnya menjadi fokus utama.

“Saya mengajak seluruh OPD agar bisa menangkap arahan bu Menteri dan melaksanakan sesuai fungsinya masing-masing,” ujarnya. (RS)

3
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>