Sebarkan berita ini:

12-aset-desaSEMARANG[SemarangPedia] –Pemerintah sudah melakukan perubahan kebijakan tentang pengelolaan aset desa dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan strategis nasional, sebagai upaya untuk mendorong kemajuan pembangunan di berbagai pedesaan, dari sebelumnya asset desa itu hanya diperbolehkan dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Lukman Nul Hakim mengatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah melakukan perubahan kebijakan melalui Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.

Menurutnya, dengan terbitnya peraturan itu, tanah desa sekarang sudah bisa dimanfaatkan di luar untuk kepentingan umum, baik untuk menraik investasi yang mampu mendorong perekonomian nasional.

“Sekarang sudah boleh untuk kepentingan strategis nasional. Seperti untuk kawasan ekonomi, industri. Sebagai contoh, ini baru ditandatangani Mendagri pada  26 Oktober lalu, menyetujui usulan dari Gubernur Jateng untuk tukar menukar tanah kas desa di Desa Butuh dan Temon Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Ini di luar kepentingan umum,” ujarnya pada acara Pengarahan Mendagri kepada Kepala SKPD, Camat. Kades/ Lurah se-Kabupaten Grobogan, di Pendapa Kabupaten Grobogan, Jumat (11/11).

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan banyak lahan bandha desa yang tidak produktif dan tidak subur bisa dimanfaatkan untuk lahan investasi.

Namun, dalam realisasinya masih menghadapi sejumlah kendala aturan yang ada.

“Di Jawa Tengah ini sebenarnya banyak tanah desa yang tidak subur. Tapi ketika mau ditukar guling dengan kebutuhan lahan investasi, aturannya tidak memungkinkan. Boleh kalau untuk kepentingan umum. Jalan tol misalnya. Tapi kalau minta untuk investasi tidak boleh,” ujarnya.

Jawa Tengah saat ini tengah gencar menarik investasi dan upaya itu sudah mulai membuahkan hasil. Bahkan, Jateng kini dikenal sebagai provinsi yang atraktif dalam menarik minat investor. (RS)

128
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>