Sebarkan berita ini:

15-Menpan1SEMARANG[SemarangPedia] – Pemeritah memberikan kebijakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk terlambat, khusus pada 18 Juli 2016, terutama mereka yang ingin mengantarkan anaknya memasuki sekolah pada hari pertama.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) ikut memberikan kesembatan bagi aparatur sipil negara atau PNS untuk masuk terlambat agar mereka bisa mengantarkan anaknya sekolah pada hari pertama masuk sekolah di hari pertama itu.

Izin terlambat masuk kerja bagi PNS di hari pertama masuk sekolah merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/2016, dan Surat Mendikbud No. 28901/MPK.A/KP/2016 perihal permohonan izin bagi ASN/ PNS di hari pertama masuk sekolah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan dalam SE tersebut, Kemendikbud mendorong PNS untuk mengantar anak ke sekolah di hari pertama sekolah dan dapat diberikan dispensasi untuk memulai kerja sesudah mengantar anak ke sekolah di hari pertama.

“Hari pertama masuk sekolah orangtua mendampingi dan mengantarkan anak menjadi kesempatan mendorong interaksi orangtua dengan guru, untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak,” ujarnya saat Sidak di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Jawa Tengah, di Semarang (15/7).

Di samping itu, lanjutnya, kegiatan tersebut penting dalam rangka melakukan revolusi mental para pelaku pendidikan, khususnya orangtua untuk terlibat aktif dalam pendidikan putra/putrinya di sekolah.

“Kepada para PNS yang akan mengantarkan dan mendampingi putra/putrinya ke sekolah pada 18 Juli 2016, agar sebelumnya melaporkan kepada atasan masing-masing guna mendapatkan izin,” tuturnya.

Yuddy mengimbau para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat memberikan izin kepada PNS yang akan mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama. Namun, tetap memperhatikan pengaturan serta pemantauan, agar dalam pelaksanaannya tidak mengganggu pelayanan publik.

“Saya minta mentoleransi keterlambatan PNS masuk kerja karena mengantarkan anak ke sekolah paling tidak sekitar dua jam, dan itu benar-benar bagi PNS yang anaknya masuk sekolah di hari pertama, jangan sampai dibuat kesempatan untuk memanfaatkan pelanggaran disiplin,” paparnya.

Terkait penolakan pemberian ijin PNS saat hari pertama anak sekolah masuk kerja oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Yuddy Chrisnandi mengatakan yang disampaikan gubernur saat itu bukan penolakan.

“Yang disampaikan Ahok beberapa waktu lalu itu bukan penolakan, tetapi memberikan warning kepada PNS yang akan coba melakukan pelanggaran,” ujarnya. (RS)

98
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>