Sebarkan berita ini:

14-Jokowi PidatoJAKARTA[SemarangPedia] – Pemerintah Indonesia bertekad akan  mempercepat pembangunan nasional dengan melakukan deregulasi dan debirokratisasi terhadap regulasi di level pemerintah pusat hingga daerah yang selama ini masih terhambat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan selama ini bangsa Indonesia masih terkungkung oleh sikap pesimistis dan tidak sadar akan hambatan kemajuan Indonesia berasal dari diri sendiri.

Bangsa Indonesia, lanjutnya, merupakan bangsa yang besar, bangsa yang pernah menginspirasi negara-negara yang terjajah untuk merdeka. Bahkan, negeri ini telah menyumbangkan ideologi Pancasila, memberikan Trisakti, memberikan nilai-nilai gotong-royong untuk dunia.

“Dengan demikian, sebagai bangsa yang besar harus percaya diri, harus yakin bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang,” ujarnya pada pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dalam sidang Bersama DPR-DPD, Di Gedung Senayan, Jakarta, Selasa. (16/8)

Presiden Jokowi mengajak segenap elemen bangsa untuk bersinergi mengatasi kemiskinan, pengangguran serta ketimpangan dan kesenjangan sosial.

“Tanpa kerja sama, tanpa gotong-royong, kita akan digulung oleh sejarah. Kita tidak menginginkan itu terjadi,” tuturnya yang diselingi tepuk tangan parta hadirin.

Dia pun menegaskan pemerintah terus menjalankan revolusi karakter mental, guna membuat terobosan bagi kemajuan bangsa dan negara dengan mengubah pola pikir yang progresif, optimistis dan inovatif.

“Kita hanya dapat membuat terobosan bagi kemajuan bangsa dan negara kalau pola pikir kita progresif, optimis dan inovatif,” tuturnya.

Jokowi memandang banyak regulasi yang sudah relevan pada periode saat ini, sehingga harus diperbaharui untuk menyongsong perubahan zaman seperti menyederhanakan regulasi yang membingungkan dan memangkas prosedur yang rumit.

“Deregulasi dan debirokratisasi itu kita lakukan untuk memberikan kecepatan pelayanan, kepastian regulasi, sinkronisasi, kemudahan berinvestasi, serta meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Langkah nyata dalam program deregulasi dan debirokratisasi di level Pemerintah Pusat sudah terlihat dengan diterbitkan 12 Paket Kebijakan Ekonomi hingga awal Juni 2016.

Dari 12 Paket Ekonomi tersebut, sebanyak 96% perangkat regulasinya sudah selesai disiapkan.

Menurutnya, upaya mempercepat manfaat dari paket-paket itu, telah dibentuk Satuan Tugas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi pada 28 Juni 2016.

Ke depan, dia menambahkan akan diupayakan pembentukan Paket Kebijakan Ekonomi lainnya, untuk mendorong percepatan peningkatan ekonomi nasional.

Di level daerah, Pemerintah telah telah mensinkronkan berbagai Peraturan Daerah (Perda) terkait perdagangan dan investasi. Bahkan dari 3.000 Perda lebih sudah dibatalkan karena menghambat kemajuan perdagangan dan kemudahan berusaha.

“Mencermati berbagai kesalahpahaman tentang pembatalan Perda, saya tegaskan dua hal. Pertama, sinkronisasi Perda dilakukan untuk kepentingan nasional, termasuk kepentingan daerah,” tuturnya.

97
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>