Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Denmark merealisasikan kerja sama dengan Pemprov Jateng untuk menggarap Proyek  energi listrik terbarukan percontohan ‘The Environmental Support Programme Phase 3’ (ESP 3).

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen mengatakan proyek sumber energi terbarukan itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi limbah dan polusi.

“Dalam kerja sama kedua belah pihak itu, Pemerintah Denmark akan men-support melalui bantuan teknis berupa alat pengolahan energi terbarukan, selebihnya dalam bisnis to bisnis akan dilimpahkan ke mitra swasta seperti badan usaha milik swasta,” ujarnya pada acara Groundbreaking Proyek Percontohan The Environmental Support Progamme Phase 3 (ESP3) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, di Semarang, Senin. (23/10)

Menurutnya, Denmark sangat berminat untuk mengelola sumber energi terbarukan di Jateng, karena di Provinsi ini memiliki wilayah pengembangan energi yang potensial ke depan.

Selaian itu, lanjutnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai memiliki visi untuk mengolah energi terbarukan, visioner serta komitmen untuk melaksanakan kerja sama strategis untuk lingkungan dan energi.

Proyek Percontohan ESP 3, dia menambahkan meliputi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Metana di TPA Jatibarang, Semarang, Pembangunan PLTS di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Pembangunan Fasilitas Refise Derived Fuel TPA Tritih Lor di Kabupaten Cilacap, dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Aren di Kabupaten Klaten.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan selain keempat proyek tersebut ada pekerjaan yang juga menjadi perhatian.

“Pengolahan sampah menjadi prioritas kita. Setelah ini berjalan baik, kita berpikir untuk mengolah limbah sisa industri batik di Pekalongan dan Tegal,” tuturnya.

Dia mengharapkan ada sumbangsih dari perusahaan yang memiliki teknologi pengolahan sampah.

Menurutnya, empat proyek tersebut adalah percontohan sebelum diterapkan di daerah lain. Bahkan proyek yang direalisasikan di Semarang dijadwalkan rampung Oktober 2018, dari sebelumnya proyek di Karimunjawa bakal selesi lebih dulu Februari 2018.

Proyek PLTS di Karimunjawa, lanjutnya, sangat tepat diterapkan di daerah terpencil, mengingat PLTS itu menggunakan energi ramah lingkungan tenaga sinar matahari.

Dengan adanya pembangkit listrik itu, kini dipastikan aliran listrik sudah bisa dinikmati masyarakat selama 24 jam dari yang sebelumnya hanya enam jam.

Kepala Bappeda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko menuturkan investasi di prolyek energi listrik terbarukan yang dibangun TPA Jatibarang menelan investasi sebesar Rp 71 miliar.

“Proyek itu mendapat bantuan Kementerian PUPR untuk pembangunan zona buang baru senilai Rp 18 miliar, sedangkan Pemkot Semarang Rp 9 miliar untuk penyediaan lahan dan Denmark sebesar Rp 44 miliar untuk membiayai instalasi pembangkit listrik,” ujarnya.

Dari pengolahan limbah sampah itu bakal menghasilkan gas metana yang menggerakkan generator sebesar 1,3 Megawatt dan menghasilkan gas yang dapat dijual ke pihak  PLN.

Sementara pembangunan PLTS Komunal Karimunjawa di Pulau Nyamuk, Parang, dan Genting, Pemerintah Denmark memberikan bantuan pengadaan panel surya sebesar Rp14 miliar.

“Sedangkan untuk proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah Pati Onggok di Klaten, telah dianggarkan sebesar Rp 14 miliar,” tuturnya.

Menurutnya, dari pengolahan tersebut akan dihasilkan gas metana 3.111 MWh per tahun yang disalurkan keseluruh rumah penduduk seanyak 2.200 rumah.

Saementara proyek RDF TPA Jeruklegi total investasinya mencapai Rp 80 miliar dengan pembagian Pemkab Cilacap menyiapkan lahan seluas 1,1 hektare dan Pemerintah Denmark memberikan bantuan sebesar Rp 44 miliar.

“Kementerian PUPR membangun sarana dan prasarana sebesar Rp 25 miliar dan Pemprov Jateng membangun penunjang senilai Rp 9 miliar,” ujarnya. (RS)

27
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>