Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah merealisasikan peluncuran sebanyak 15 elektronik warung gotong royong (e-warong), sebagai upaya untuk mempermudah pemantauan dan pengawalan bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat.

Peluncuran 15 e-warong itu dilakukan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan RI Puan Maharani,  di Lapangan Jalan Grafika, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang Jumat. (28/10)

Melalui e-warong diharapkan pemantauan dan pengawalan bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat lebih mudah dan trasparan.

Puan Maharani mengatakan pembangunan fisik e-warong itu memanfaatkan rumah milik warga yang berfungsi untuk penyaluran bantuan sosial dengan tepat sasaran dan tepat guna.

Selain itu, lanjutnya, e-warong berfungsi untuk mencegah penggunaan bantuan sosial untuk kepentingan yang tidak perlu dan tidak sesuai yang diharapkan.

“Bangunan e-warong sederhana, karena kami ingin memberdayakan warung. Bukan membangun supermarket atau minimarket,” ujarnya.

Puan juga mengecek langsung bantuan yang disalurkan kepada masyarakat, apakah sudah sampai dan digunakan sesuai peruntukannya. Bahkan meminta agar masyarakat melaporkan kepada Walikota/Bupati, jika menemui adanya bantuan yang menyimpang atau tidak cair.

Sementara itu, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Andi ZA Dulung menuturkan pendirian e-warong itu juga dilandasi keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika sebelumnya, dia menambahkan bantuan kepada masyarakat diberikan secara cash (tunai), maka dengan adanya e-warong bantuan disalurkan melalui sistem perbankan.

“E-warong sebenarnya warung biasa, tapi transaksinya nontunai. Jika sebelumnya bantuan disalurkan melalui kantor pos, kali ini bantuan langsung ditransfer ke rekening masyarakat pemilik Kartu Keluarga Sejahtera, kemudian  mereka bisa bertransaksi secara elektronik di warung itu,” tuturnya.

Menurutnya, banyak transaksi yang bisa dilakukan, mulai dari pembelian bahan kebutuhan pokok (beras, terigu, gula, minyak goreng) pembayaran listrik, telepon, PAM, cicilan, dan sebagainya. Bahkan, beras untuk keluarga sejahtera (rastra) yang dulu bernama raskin, bisa diperoleh di e-warong.

Pengelola e-warong, lanjutnya, adalah masyarakat setempat sehingga warga merasa memiliki warung itu dan mengelolanya dengan baik.

“Di Kota Semarang, sebenarnya sudah di-launching satu e-warong pada Agustus lalu. Dengan penambahan 15 e-warong, berarti sekarang terdapat 16 e-warong,” ujarnya. (RS)

123
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>