Sebarkan berita ini:

20-kantor-gubernuranSEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Pusat bakal mengambilalih kewenangan aset milik Pemprov Jateng sebanyak 4.532 unit yang tersebar di sejumlah daerah, sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan yang diamanatkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jateng Siswo Laksono mengatakan pengambilalihan kewenangan aset milik Pemprov Jateng sebanyak 4.532 unit akan diimplementasikan mulai Januari tahun depan.

Selain aset, lanjutnya, ada 324 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemprov Jateng diambilalih ke sejumlah kementerian atau pemerintah pusat.

“Data usulan personel sudah dikirim ke Kementerian terkait, dan saat ini masih dalam proses penetapan keputusan dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional),” ujarnya usai acara penandatanganan alih kewenangan personel, perlengkapan, pembiayaan dan dokumen (P3D)  oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, para Bupati dan Wali Kota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota di Jateng, di Gradika Bakti Praja, Senin (26/9).

Sebanyak 324 personel saat ini berada di beberapa sub urusan, di antaranya di 14 jembatan timbang, Akademi Keperawatan (Akper), penyuluh dan pengawas mutu perikanan, dan inspektur tambang.

Dia menuturkan di Jateng memiliki 16 jembatan timbang, namun hanya 14 jembatan yang diserahkan ke Pemerintah Pusat, mengingat dua jembatan timbang Katonsari di Demak dan jembatan timbang Butuh di Purworejo, tanahnya masih bermasalah.

Implemntasi pengambilalihan kewenangan aset itu dilakukan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, yang mencantumkan soal pem­bagian urusan pemerintahan antara peme­rintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. (RS)

 

 

 

106
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>