Sebarkan berita ini:

30-jokowi-panenBOYOLALI[SemarangPedia] – Presiden Joko Widodo memastikan hingga akhir tahun ini tidak akan ada impor beras, meningat stok beras nasional mengalamni peningkatan signikan dan dapat untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Saya pastikan sampai akhir tahun tidak ada impor beras dari negara mamapun,”ujarnya saat meninjau panen raya padi varietas inpari 32 di Desa Trayu dan Tanjungsari Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/10).

Menurutnya, jika pada September-Oktober 2015 stok beras sebanyak 1.030.000 ton pada bulan yang sama 2016 ini stok beras mencapai 1.980.000 ton, terjadi peningkatan cukup signifikan.

Peningkatan stok beras tersebut, dia menambahkan dapat dicapai karena beberapa factor, di antaranya air yang cukup melimpah dan penggunaan benih-benih unggulan, seperti Inpari yang diujicobakan pada areal lahan seluas 100 hektare di dua desa itu.

Varietas Inpari, lanjutnya,  dapat meningkatkan dua kali lipat produksi gabah kering panen (GKP). Untuk itu, jika uji coba terus berjalan dengan baik penggunaan benih tersebut akan diperluas agar produksi beras nasional dapat meningkat.

“Biasanya kita (panen) rata-rata hanya 5-5,5 ton per hektare, Inpari 32 ini bisa sampai 10-11 ton. Tetapi ini baru dicoba untuk lahan seluas100 hektare,” tuturnya.

Meski produksi beras mengalami peningkatan, namun pemerintah belum mau mefokuskan untuk ekspor beras. Presiden lebih memilih memperbesar stok beras yang ada. (RS)

 

77
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>