Sebarkan berita ini:

JpegSEMARANG [SemarangPedia] – Polemik karaoke yang bersebelahan dengan mushola serta sekolahan yang kini lagi hangat di perbicangkan di Media Sosial (Medsos), Pemilik dan pengelola tempat karaoke dan resto Mi Casa, Bambang Raya Saputra membantah jika bangunan yang didirikannya di Jalan Kyai Saleh Semarang, tidak memiliki izin usaha yang sah. Ia mengklaim memiliki bukti perizinan yang lengkap yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan pihak terkait.

“Semua surat-surat yang dibutuhkan saya ditunjukkan, di kawasan tersebut memang merupakan zona perdagangan dan jasa,” kata Bambang kepada awak media Semarang di Kantor DPRD Kota Semarang, Senin (20/6).

Bambang menjelaskan, bahwa surat-surat yang dimaksud, meliputi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Keterangan Rencana Kota (KRK), HO (Hinder Ordonantie) atau ijin gangguan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), dan Surat Keterangan dari kepolisian setempat. “Dan surat tersebut semuanya resmi, masak ini diakatakan ilegal,” imbuhnya.

Meskipun demikian, tambah Bambang, Masjid atau Mushola yang berdiri di sebelah tempat usahanya tersebut berdiri bulan maret. “Sedangkan berkas ijin tempat usaha saya legal dan lengkap sejak bulan februari 2016,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, dua bangunan SDIT Bina Amal Semarang yang berada disamping kanan kirinya pihak telah memiliki surat persetujuan serta dari TK-SD-SMP Kristen Gergaji Semarang yang berada di depan bangunan miliknya. “Dalam administrasi perijinan tempat usaha saya tidak ada masalah, semua resmi dan lengkap,” katanya.

karaoke - ahmad faishol (5)

Pria akrab disapa Bambang menjelaskan, dalam hal tersebut tak jauh beda dengan E-Plaza di kawasan Simpanglima Semarang. Bangunan tersebut digunakan untuk usaha karaoke dan bar yang letaknya diapit oleh Masjid baiturrahman dan SMK Negeri 7 Semarang (STM Pembangunan). “Ada juga kompleks lokalisasi Sunan Kuning (SK) juga berdiri masjid padahal di sekitarnya terdapat panti pijat, karaoke, dan prostitusi,” ujarnya.

MI Casa Karaoke, Resto And Bar yang berada di Jalan Kyai Saleh Semarang sebelumnya banyak dikeluhkan oleh warga sekitar. Karena bangunan tersebut berdiri tepat bersebelahan dengan sebuah masjid, baik di sisi kiri maupun depan bangunan itu juga terdapat dua sekolah berbeda yang sama-sama berbasis agama yang dianggap menganggu kenyamanan warga sekitar.

Adanya keluhan tersebut, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi itu, Rabu (1/6). Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. “Setelah kami cek langsung ternyata benar. Di sampingnya adalah masjid sedangkan kiri dan depannya adalah sekolah. Tentunya kami ikut prihatin dengan hal tersebut,” kata Supriyadi.

Supriyadi akan mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk segera meninjau ulang ijin yang telah dikeluarkan. ” Namun, kalau tempat tersebut belum mempunyai ijin maka itu ilegal, dan Satuan Polisi Pamong Praja harus cepat bertindak,” pungkasnya.

729
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>