Sebarkan berita ini:

DEMAK[SemarangPedia] -Pemkab Demak 2019 akan menyiapkan sebanyak 688 orang tenaga kerja terampil dan memiliki kompetensi di berbagai bidang yang siap masuk pasaran kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian ( Dinakerind ) Kabupaten Demak Eko Pringgolaksito mengatakan untuk mewujudkan target itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Demak dalam tahun ini akan menggelar 43 paket pelatihan yang dibagi dalam lima angkatan.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran melalui penyiapan tenaga kerja yang handal dan memiliki kualitas kompetitif tinggi. Pelatihan yang disiapkan berbasis kompetensi dan program peningkatan kompetensi tenaga kerja,” ujarnya di Demak, Minggu (10/2).

Menurutnya, pelatihan bertempat di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Demak bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja dan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten dan profesional sesuai dengan bidangnya, sehingga mampu menghadapi persaingan global baik di dalam maupun di luar negeri.

Materi keahlian yang diajarkan, lanjutnya, meliputi ketrampilan Menjahit, Mekanik Junior Mobil, Pengolahan Roti dan Kue, Tata Rias Pengantin, Teknisi Telepon Seluler, Teknis Sepeda Motor, Las SMAW dan Pratical Office Advanced.

Dia menuturkan sumber dana program ini berasal dari APBN 2019 untuk membiayai 6 paket pelatihan yang tiap peserta akan mendapatkan uang saku Rp25.000 per hari. Sedangkan program yang dibiayai dari dana APBD 2019 sebanyak 4 paket, setiap peserta memperoleh uang saku Rp15.000 per hari.

Lama waktu pelatihan, dia menambahkan dijadwalkan selama 20-45 hari setiao program.

Kepala UPTD BLK Demak Suyamto mengatakan selain mendapatkan modul pelatihan, peserta program pelatihan harus mengikuti proses magang di perusahaan dan mengikuti sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan bersama Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) dan mengikuti uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BBPLK Semarang.

“Dengan kompetensi yang dimiliki oleh peserta pelatihan di BLK, maka industri atau perusahaan yang akan mempekerjakan tenaga kerja alumni BLK, tak perlu menjadikan ijazah sekolah sebagai salah satu persyaratan kerja,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang menata dan menertibkan lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola masyarakat agar output- nya memenuhi standar kompetensi, sehingga bisa langsung terserap oleh industri. (FA/RS)

9
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>