Sebarkan berita ini:

5-bantuan-traktorUNGARAN[SemarangPedia] – Pemkab Semarang merealisasikan pemberian bantuan peralatan pertanian kepada para petani, sebagai upaya untuk mendorong aktivitas petani yang diharapkan mampu menghasilkan panen lebih baik.

Pemberian bantuan itu, dilakukan Bupati Semarang, Mundjirin didampingi Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Urip Triyoga, di lapangan Kantor Distanbunhut di Ungaran, Rabu siang. (5/10)

Bantuan itu berupa sebuah handtractor yang diberikan kepada sejumlah petani di wilayahnya.

Bupati Semarang Mundjirin meminta para petani penerima bantuan dapat untuk memanfaatkan traktor itu dengan maksimal.

“Traktor ini kami berikan agar petani dapat mengolah lahan pertaniannya dengan baik dan maksimal supaya panen berlimpah dan jangan disewakan. Jika di antara petani belum bisa menjalankan traktornya, bisa meminta bantuan kepada tenaga penyuluh pertanian setempat, tuturnya.

Salah satu petani penerima traktor, Pujo Darmono (71) , Ketua Kelompok Tani asal “Boga Mas” Dusun Langkap Desa Papringan Kecamatan Kaliwungu itu nampak bahagia ketika berjabat tangan dengan Bupati Semarang untuk serah terima traktor.

“Kelompok kami belum pernah punya alat seperti ini jadi sungguh berterima kasih kepada Bupati Semarang dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan akan dimanfaatkan untuk mengolah lahan pertanian kelompok,” ujar Pujo.

Sementara itu, Kepala Distanbunhut Urip Triyoga mengatakan Kabupaten Semarang masih membutuhkan ratusan traktor tangan (handtractor) untuk menambah luas tanam padi.

“Untuk mencapai kondisi ideal dibutuhkan setidaknya 1.500-2.000 unit traktor tangan untuk mengolah lahan pertanian, jadi kita akan penuhi secara bertahap baik  mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat maupun dari APBD,” tuturnya.

Dia menuturkan sampai akhir 2016 ini luas tanam padi diperkirakan akan bisa mencapai 43.000 hektare. Lahan tanam padi seluas itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sekitar 41.000 hektare.

“Dengan luas tanam itu kami oprimis akan mampu memenuhi target produksi padi sebanyak 228.000 ton gabah kering giling (GKG). Sampai dengan awal Oktober ini, target itu telah mencapai 78% dan diperkirakan akan terpenuhi pada akhir Desember mendatang,” ujarnya.
Sebelas kelompok tani yang menerima bantuan handtraktor itu adalah Kelompok Tani “Sido Makmur” Desa Lopait Tuntang, Ngudi Ajining Tani (Candirejo, Pringapus), Ngudi Makmur VII (Jetis, Kaliwungu), Lestari (Doplang, Bawen), Margo Utomo (Kalikayen, Ungaran Timur), Boga Mas (Papringan, Kaliwungu), Sido Waras Gandri (Plumutan, Bancak), Amrih Rukun (Jatijajar, Bergas), Utomo (Banyukuning, Bandungan), Tanu Bayu (Duren, Tengaran) dan Mudi Makmur (Sumowono).

Kelompok tani penerima bantuan itu, lanjutnya, telah melalui tahapan penelitian lapangan untuk menilai kelayakan menerima bantuan. Di antaranya potensi dan luas lahan, kemampuan para anggota serta belum pernah menerima bantuan traktor.(RS)

134
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>