Sebarkan berita ini:

19-kawasan-industriSEMARANG[SemarangPedia] – Kabupaten/kota di Jawa Tengah diminta untuk memanfaatkan momentum dengan gejala meningkatnya minat investor masuk ke wilayahnya, dengan memberikan kemudahan pelayanan perizinan kepada mereka.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengingatkan seluruh kabupaten/kota memanfaatkan momentum dengan menangkap peluang masuknya investor yang mulai beralih menanamkan  modalnya dari semula sebagian DKI dan Jawa Barat kini mengincar wilayah Jawa Tengah.

Menurutnya, limpahan investor asing itu akibat lahan DKI semakin sempot dan dukungan infrastruktur di Jateng semakin memadadai seperti pembangunan jalan tol Trans Jawa, jalur kereta api double track, dan penyediaan energi (listrik), sehingga Jawa Tengah menjadi alternatif utama bagi investor untuk pembangunan industri maupun perluasan.

Dengan demikian, dia meminta kabupaten/kota untuk ramah terhadap investor terkait  layanan perizinan yang  mudah, murah, dan cepat.

“Jadi bagaimana investor itu semakin berminat masuk ke wilayah Jateng dan perlu diberikan pelayanan yang mudah cepat, sehingga citranya baik terhadap investor bisa lebih ditingkatkan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Dukungan Infrastruktur terhadap Penanaman Modal di Jawa Tengah, Senin (17/10) di ruang rapat Gedung A lantai II Kantor Gubernur.

Dia menuturkan jangan  sampai investor lari ke daerah lain ke Jatim, Bali maupun luar Jawa. Bahkan Jateng lebih dekat dengan DKI dan Jabar secara geografi, sudah tentunya bisa menjadi pilhan investor di banding daerah lain.

Heru menambahkan pihaknya menerima keluhan sejumlah investor mengenai perizinan, sehingga Pemprovi kini  tengah berkoordinasi lebih dahulu dengan kepala daerah yang bersangkutan terkait substansi permasalahan yang dikeluhkan investor itu.

“Menyangkut perizinan masih ada juga muncul keluhan. Kalau itu kewenangan kabupaten/ kota, seyogyanya kepala daerah setempat yang lebih tahu. Disamping, mereka lebih kompeten,” tuturnya.

Kompeten, lanjutnya, yang lebih bertanggungjawab dan akuntabilitas. Bukan konteknya sekedar kewenangan, tapi kalau ada apa-apa yang harus bertanggungjawab adalah pemkab/ pemkot.  Atau  maju mundur suatu daerah, investasi maju apa tidak  itu tanggung jawab pemkab/ pemkot,” paparnya.

Seperti diketahui, Wilayah Jawa Tengah  terutama wilayah pantura memiliki potensi cukup besar untuk  menarik investasi, mengingat lahan tidak produktif di wilayah itu sangat luas dan sangat cocok untuk pendirian industri, pabrikan dan usaha yang padat karya.

Heru menuturkan sejumlah daerah di kawasan pantura Jateng memiliki peluang besar untuk menarik investor lokal maupun asing, selain lahannya cukup luas, juga infrastruktur cukup mamadai.

Menurutnya, wilayah pantura yang memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja yang komperatif,  sangat berpotensi menjadi kawasan favorit bagi investor, untuk mengembangkan usahanya baik pendirian industri baru maupun perluasan pabrik.

“Jawa Tengah masih memiliki peluang besar. Di wilayah pantura dari Kendal ke barat hingga Brebes dan ke timur mulai Semarang sampai ke Rembang bakal diminati investor. Selain Jawa Tengah bagian selatan juga cukup potensial,” ujarnya. (RS)

53
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>