Sebarkan berita ini:

17-hendiSEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Kota Semarang mengoptimalkan pemetaan wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor ditengah cuaca ekstrem yang semakin memburuk belakangan ini.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pemetaan wilayah rawan bencana sangat diperlukan, sehingga lebih awal melakukan antisipasi terjadinya bencana yang mulai mengkhawatirkan.

“Kami terus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi banjir, rob, dan tanah longsor, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Semua pihak kami minta waspada dan berhati-hati,” ujarnya, di Semarang.

Menurutnya, Semarang yang memiliki kontur wilayah perbukitan, dataran rendah, dan laut dengan lokasi permukiman yang relatif menyebar berpotensi terjadinya bencana longsor.

“Dengan kondisi ini, lokasi permukiman yang ada di perbukitan, misalnya, akan rawan longsor, sehingga kami terus meminta masyarakat terus waspada dan berhati-hati terhadap bencana alam,” tuturnya.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu menuturkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), termasuk camat, lurah, hingga RW dan RT, serta tokoh masyarakat untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti BPPD dan Dinas PSDA-ESDM, para pemangku wilayah, seperti lurah dan camat untuk menginformasikan jika terjadi bencana alam,” ujarnya.

Setiap informasi, lanjutnya, langsung direspons secara cepat oleh dinas terkait dan ditindak lanjuti, seperti membantu korban bencana dan membersihkan lokasi bencana, dan antisipasinya.

“Pemkot juga akan berkoordinasi dengan polsek atau koramil untuk terjun membantu membersihkan puing-puing atau kerja bakti. Kami bantu korban bencana untuk memperbaiki kembali rumah mereka,” paparnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat hingga November 2016 telah terjadi 38 bencana tanah longsor.

Dari puluhan bencana tersebut, yang cukup parah terjadi di Perumahan Bukit Sari yang menelan dua korban jiwa. Hujan yang mengguyur deras di Kota Semarang, Selasa (15/11) lalu, berakibat beberapa lokasi terkena longsor, salah satunya rumah milik Suratmo di RT 01/RW 03, Lempongsari, Semarang. (RS)

66
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>