Sebarkan berita ini:
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Pembangunan dua jalur simpang susun (jembatan layang) di kawasan Pedurungan dan Banyumanik segera direalisasikan Pemerintah Kota Semarang, sebagai upaya untuk meminimalisasi kepadatan lalulintas di kawasan tersebut.

“Tepatnya jalan simpang susun, bukan underpass.¬†Rencananya ada dua yang dibangun terdiri di kawasan Pedurungan dan Banyumanik,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Rabu. (4/1)

Menurutnya, jalan simpang susun di dua titik tersebut akan dibuat kajian dan detail engineering design (DED) pada 2017.

Dinas Pekerjaan Umum (PU), lanjutnya, sudah menganggarkan pada 2017 untuk pembuatan kajian dan DED ditargetkan rampung setahun.

“Pada 2018 kami prediksi waktunya akan dihabiskan untuk melakukan pembebasan-pembebasan lahan, kemudian disusul 2018-2019 mulai pekerjaan fisisk,” tuturnya.

Dia menuturkan dalam kurun dua tahun anggaran, pembangunan jalur dua simpang susun itu baru bisa dikerjakan proyek fisiknya dan diharapkan rampung pada 2020.

Saat ini, dia menambahkan kepadatan arus lalu lintas di jalan raya di Kota Semarang mengalami peningkatan signifikan, seiring dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang semkin tinggi.

Melihat kondisi lalulintas cukup padat, lanjutnya, dibutuhkan rekayasa lalulintas lebih efektif  salah satunya pembangunan jalur simpang susun guna menekan titik rawan kemacetan. (RS)

304
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>