Sebarkan berita ini:
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemkot Semarang kembali akan menggelar kegiatan tradisi Dugderan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H, dengan konsep yang disesuaikan dalam masa pandemi saat ini, setelah sebelumnya tahun lalu ditiadakan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan tradisi dugderan tahun ini kembali digelar dengan menyiapkan konsep yang sesuai dengan kondisi pandemi, namun untuk kegiatan kirab budaya ditiadakan untuk menghindari kerumunan.

Tradisi Dugderan yang biasanya rutin digelar lima hari menjelang Ramadhan itu meliputi karnaval, pasar malam dan seni budaya lainnya dan sempat terhenti pada tahun lalu akibat kondisinya darurat Corona

Namun, lanjutnya, tradisi dugderan itu kini akan kembali digelar, meski beberapa rangkaian seni budaya masih ada yang ditiadakan karena masa pandemi saat ini belum berakhir,

“Konsep Dugderan tahun ini sedang dibahas bersama dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, untuk mendapatkan yang tepat dan sesuai dengan kondisi saat ini.  Yang jelas kita tetap berupaya untuk menghindari kerumunan,” ujar Iin panggilan akrab Indriyasari itu, Jumat (19/3).

Menurutnya, kirab budaya yang biasanya mewarnai rangkaian kegiatan tradisi dugderan ditiadakan agar tak menimbulkan potensi kerumunan, meski dugderan bisa saja digelar secara hybrid, yakni secara daring dan luring.

“Rangkaian acara dugderan, tetap ada yang dilakukan secara langsung seperti silaturahmi ke masjid Agung Kauman Semarang yang dilakukan oleh Pak Walikota,” tuturnya

Selain kunjungan ke masjid Agung, ada juga acara yang digelar secara luring yakni atraksi atraksi tertentu.

Sudah dikenal sejak lama di Kota Semarang, Dugderan melekat sebagai tradisi menyambut datangnya bulan Ramadan yang dimeriahkan oleh pedagang gerabah, pedagang dari berbagai daerah berdatanganan. Dugderan menempati area dekat Masjid Agung Semarang (MAS) dan sekitar kawasan Pasar Johar.

Iin menuturkan pada prinsipnya perayaan Dugderan tidak akan ada rangkaia kegiatan karnaval seperti tahun-tahun yang lalu karena pandemi Covid-19.

Menurutnya, kegiatan seni budaya bahwa bulan Ramadan dan umat Islam akan mulai melaksanakan ibadah puasa akan dikemas secara sederhana, tanpa pengumpulan massa.

Saat ini, lanjutnya, sedang dirancang oleh Pemkot. Paling yang ada pemukulan bedug di Masjid Agung Semarang (MAS) dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sebagai pertanda besok dimulainya umat Islam menjalankan ibadah puasa.

Seperti diketahui, adanya wabah virus Corona dan kebijakan pemerintah ke depan pasti akan banyak warga Kota Semarang yang kehilangan mata pencaharian, ini tentunya sangat membutuhan perhatian lebih.

Masyarakat, tutur Iin, memang menyambut Ramadan dengan suka cita tapi pasti kegiatan semacam karnaval dan lainnya masih ditiadakan, tidak akan menarik perhatian warga saat ini jika tidak ada kegaita tersebut. Namun, melihat kondisi tidak meungkinkan hiburan seni budaya itu terpaksa ditiadakan. (RS)

27
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>