Sebarkan berita ini:

13-ita-batikSEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Kota Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk setiap kampung di wilayahnya untuk mempersolek kampung kumuh menjadi kampung tematik pada APBD Perubahan 2016.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan program kampung setiap kecamatan mendapat tantangan menciptakan sebuah kampung tematik di wilayahnya dengan didukung pemberian bantuan dana APBD Perubahan 2016.

“Ini upaya kami sebagai program dalam penataan kampung di 16 Kecamatan. Kami minta mereka membuat desain dan paparan. Kalau disetujui langsung dapat anggaran, yang desainnya perlu disempurnakan terlebih dahulu,” ujarnya seperti yang dilansir Semarangkota.go.id, Selasa. (13/9).

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti menuturkan Pemerintah Kota Semarang akan menganggarkan kampung tematik di 16 kecamatan sebesar Rp 200 juta setiap kampungnya

“Misalnya tiap warga di suatu kecamatan banyak yang menjadi pengrajin batik. Bisa juga akhirnya jadi kampung tematik dengan ciri khasnya produk batik. Jadi tiap warganya punya potensi yang bagus untuk dikembangkan dalam bidang membuat batik sekaligua bisa menjadi jujukan wisata,” tutur Ita panggilan akrab Hevearita Gunaryanti itu.

Rencana anggaran tersebut disambut baik Camat Semarang Utara dan Camat Semarang Barat. M Khadik Camat Semarang Barat mengatakan akan mengunggulkan Kelurahan Gisikdrono dalam program kampung tematik tersebut.

“Saya menyambut baik tantangan ini. Saya menyiapkan Kelurahan Gisikdrono karena masuk juga dalam nominasi lomba kelurahan tingkat nasional 2016,” ujarnya. (RS)

 

314
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>